Silakan cek email untuk melakukan verifikasi
akun.
Jika belum menerima email, periksa folder spam atau klik tombol di
bawah untuk mengirim ulang.
Akun Berhasil Diaktifkan
Selamat! Akun Anda telah berhasil diaktifkan.
Panduan Penyakit Tanaman
Informasi lengkap mengenai penyakit tanaman, gejala yang muncul, serta solusi penanganan yang bisa diterapkan.
Busuk Pangkal Batang
Gejala SeranganDaun menguning: Daun tua di bagian bawah menguning, mengering, lalu patah.Pelepah menggantung: Pelepah da...
26 Sep 2025
Penyakit Busuk Pangkal Batang. Gejala: Gejala SeranganDaun menguning: Daun tua di bagian bawah menguning, mengering, lalu patah.Pelepah menggantung: Pelepah daun terkulai membentuk rok di sekeliling batang (skirting).Daun tombak menumpuk: Daun muda di bagian pucuk gagal membuka dan bertumpuk.Batang membusuk: Pangkal batang melunak, berlubang, dan sering kali tumbuh badan buah jamur (tubuh buah Ganoderma) di sekitar pangkal.Penyebab dan PenularanJamur patogen: Ganoderma boninense menyerang jaringan kayu dengan mengeluarkan enzim yang merusak lignin dan selulosa.Sisa akar/tanaman: Penularan terjadi lewat kontak akar tanaman sehat dengan sisa akar atau tunggul sawit lama yang terinfeksi di dalam tanah.Ini merupakan penyakit utama paling mematikan di perkebunan kelapa sawit yang merusak pangkal batang, ditandai dengan daun pelepah bawah menguning dan menggantung seperti rok. Pada tingkat infeksi parah, akan muncul tubuh buah jamur berbentuk setengah lingkaran di pangkal batang yang berujung pada tumbangnya tanaman.. Solusi Penanganan: Cara PengendalianSanitasi lahan: Membongkar dan mencacah bonggol serta akar bekas sawit tua saat peremajaan (replanting) agar tidak menjadi sumber penyakit.Penggalian parit isolasi: Membuat parit keliling di sekitar tanaman sehat agar akarnya tidak bersentuhan dengan akar tanaman yang sakit.Fungisida dan agen hayati: Memberikan aplikasi jamur pelindung seperti Trichoderma sp. pada lubang tanam untuk menekan perkembangan Ganoderma.Solusi Penanganan: Lakukan pencegahan dengan sanitasi sisa batang tua secara menyeluruh pada saat replanting dan gunakan bibit varietas toleran Ganoderma. Lakukan aplikasi agen hayati berbasis Trichoderma spp. pada lubang tanam saat penanaman, serta pembuatan parit isolasi pada tanaman yang terinfeksi ringan untuk mencegah penyebaran miselium ke akar tanaman sehat.
Busuk Pangkal Batang
Gejala
Gejala SeranganDaun menguning: Daun tua di bagian bawah menguning, mengering, lalu patah.Pelepah menggantung: Pelepah daun terkulai membentuk rok di sekeliling batang (skirting).Daun tombak menumpuk: Daun muda di bagian pucuk gagal membuka dan bertumpuk.Batang membusuk: Pangkal batang melunak, berlubang, dan sering kali tumbuh badan buah jamur (tubuh buah Ganoderma) di sekitar pangkal.Penyebab dan PenularanJamur patogen: Ganoderma boninense menyerang jaringan kayu dengan mengeluarkan enzim yang merusak lignin dan selulosa.Sisa akar/tanaman: Penularan terjadi lewat kontak akar tanaman sehat dengan sisa akar atau tunggul sawit lama yang terinfeksi di dalam tanah.Ini merupakan penyakit utama paling mematikan di perkebunan kelapa sawit yang merusak pangkal batang, ditandai dengan daun pelepah bawah menguning dan menggantung seperti rok. Pada tingkat infeksi parah, akan muncul tubuh buah jamur berbentuk setengah lingkaran di pangkal batang yang berujung pada tumbangnya tanaman.
Solusi Penanganan
Cara PengendalianSanitasi lahan: Membongkar dan mencacah bonggol serta akar bekas sawit tua saat peremajaan (replanting) agar tidak menjadi sumber penyakit.Penggalian parit isolasi: Membuat parit keliling di sekitar tanaman sehat agar akarnya tidak bersentuhan dengan akar tanaman yang sakit.Fungisida dan agen hayati: Memberikan aplikasi jamur pelindung seperti Trichoderma sp. pada lubang tanam untuk menekan perkembangan Ganoderma.
Solusi Penanganan: Lakukan pencegahan dengan sanitasi sisa batang tua secara menyeluruh pada saat replanting dan gunakan bibit varietas toleran Ganoderma. Lakukan aplikasi agen hayati berbasis Trichoderma spp. pada lubang tanam saat penanaman, serta pembuatan parit isolasi pada tanaman yang terinfeksi ringan untuk mencegah penyebaran miselium ke akar tanaman sehat.
Busuk Akar
Gejala SeranganPertumbuhan terhambat: Tanaman tampak kerdil atau tidak sesuai dengan umurnya.Daun menguning: Daun tua me...
26 Sep 2025
Penyakit Busuk Akar. Gejala: Gejala SeranganPertumbuhan terhambat: Tanaman tampak kerdil atau tidak sesuai dengan umurnya.Daun menguning: Daun tua menguning, layu, dan mengering secara perlahan.Pucuk abnormal: Bagian pucuk atau daun tombak gagal membuka dan tampak lebih pendek.Akar membusuk: Sistem perakaran melunak, berwarna kehitaman, dan mudah terkelupas atau putus.Akar tanaman membusuk, pertumbuhan terhambat, daun pucat, dan mudah roboh.. Solusi Penanganan: Penyebab dan Faktor PemicuPatogen tanah: Infeksi jamur Fusarium, Pythium, atau Rhizoctonia yang hidup di dalam tanah.Drainase buruk: Tanah yang terlalu basah, tergenang air, atau miskin oksigen memicu perkembangan jamur.Luka mekanis: Luka pada akar akibat alat berat atau pengolahan tanah memudahkan patogen masuk.Solusi: hindari genangan air, tambahkan bahan organik, dan gunakan Trichoderma sebagai agen hayati.
Busuk Akar
Gejala
Gejala SeranganPertumbuhan terhambat: Tanaman tampak kerdil atau tidak sesuai dengan umurnya.Daun menguning: Daun tua menguning, layu, dan mengering secara perlahan.
Pucuk abnormal: Bagian pucuk atau daun tombak gagal membuka dan tampak lebih pendek.
Akar membusuk: Sistem perakaran melunak, berwarna kehitaman, dan mudah terkelupas atau putus.Akar tanaman membusuk, pertumbuhan terhambat, daun pucat, dan mudah roboh.
Solusi Penanganan
Penyebab dan Faktor PemicuPatogen tanah: Infeksi jamur Fusarium, Pythium, atau Rhizoctonia yang hidup di dalam tanah.Drainase buruk: Tanah yang terlalu basah, tergenang air, atau miskin oksigen memicu perkembangan jamur.Luka mekanis: Luka pada akar akibat alat berat atau pengolahan tanah memudahkan patogen masuk.
Solusi: hindari genangan air, tambahkan bahan organik, dan gunakan Trichoderma sebagai agen hayati.
Busuk Tandan
Gejala SeranganPermukaan buah menjadi lembek, basah, dan menghitam.Muncul benang-benang jamur (miselium) berwarna putih...
26 Sep 2025
Penyakit Busuk Tandan. Gejala: Gejala SeranganPermukaan buah menjadi lembek, basah, dan menghitam.Muncul benang-benang jamur (miselium) berwarna putih atau merah muda mirip kapas di permukaan tandan.Menyerang buah yang masih muda, matang, maupun bagian bunga.Terdapat jalinan benang-benang putih tebal (miselium jamur) yang menutupi permukaan tandan buah, terutama menyelinap di sela-sela berondolan. Buah muda yang terserang akan gagal masak, membusuk, berair, dan berwarna cokelat kehitaman.. Solusi Penanganan: Cara Pencegahan dan PengendalianSanitasi Kebun: Menjaga kebersihan kebun dan membuang tandan buah yang sudah busuk agar tidak menular.Pemangkasan Pelepah: Memangkas pelepah kering atau melakukan perabuan/sanitasi untuk mengurangi kelembapan berlebih di ketiak pelepah. .Aplikasi Fungisida: Penyemprotan fungisida berbahan aktif seperti Benomil atau Difenokonazol pada permukaan buah dan ketiak pelepah jika serangan meluas.Solusi: Tingkatkan kebersihan piringan dari gulma agar tidak terlalu lembap. Lakukan sanitasi dengan cara memotong dan membuang semua tandan bunga/buah yang terinfeksi dari pohon. Lakukan penataan pelepah (pruning) yang tepat agar sinar matahari bisa masuk dan sirkulasi udara membaik.
Busuk Tandan
Gejala
Gejala SeranganPermukaan buah menjadi lembek, basah, dan menghitam.Muncul benang-benang jamur (miselium) berwarna putih atau merah muda mirip kapas di permukaan tandan.Menyerang buah yang masih muda, matang, maupun bagian bunga.Terdapat jalinan benang-benang putih tebal (miselium jamur) yang menutupi permukaan tandan buah, terutama menyelinap di sela-sela berondolan. Buah muda yang terserang akan gagal masak, membusuk, berair, dan berwarna cokelat kehitaman.
Solusi Penanganan
Cara Pencegahan dan PengendalianSanitasi Kebun: Menjaga kebersihan kebun dan membuang tandan buah yang sudah busuk agar tidak menular.
Pemangkasan Pelepah: Memangkas pelepah kering atau melakukan perabuan/sanitasi untuk mengurangi kelembapan berlebih di ketiak pelepah.
.Aplikasi Fungisida: Penyemprotan fungisida berbahan aktif seperti Benomil atau Difenokonazol pada permukaan buah dan ketiak pelepah jika serangan meluas.
Solusi: Tingkatkan kebersihan piringan dari gulma agar tidak terlalu lembap. Lakukan sanitasi dengan cara memotong dan membuang semua tandan bunga/buah yang terinfeksi dari pohon. Lakukan penataan pelepah (pruning) yang tepat agar sinar matahari bisa masuk dan sirkulasi udara membaik.
Ulat Api
Gejala SeranganDaun berlubang hingga habis: Ulat memakan helaian daun dan hanya menyisakan tulang atau lidi daun saja.Po...
26 Sep 2025
Penyakit Ulat Api. Gejala: Gejala SeranganDaun berlubang hingga habis: Ulat memakan helaian daun dan hanya menyisakan tulang atau lidi daun saja.Pohon terlihat gundul: Serangan berat membuat tajuk pohon sawit tampak kering dan rusak parah.Sensasi terbakar: Bulu atau duri ulat ini beracun dan menyebabkan rasa gatal, perih, serta kemerahan di kulit manusia.Jenis Utama Ulat ApiSetothosea asigna (memiliki daya rusak paling tinggi dan rakus).Setora nitens (dominan dan sering ditemukan di perkebunan).Darna trima (memiliki ambang batas populasi lebih tinggi dibanding jenis lain).Hama pemakan daun ini menyerang secara berkelompok dari bagian bawah tajuk. Daun kelapa sawit habis dimakan hingga yang tersisa hanya tinggal urat atau tulang daun saja (skletonisasi), membuat kanopi kebun tampak seperti terbakar dari kejauhan.. Solusi Penanganan: Cara PengendalianPengamatan Rutin (Ambang Populasi Kritis): Pengendalian kimia dilakukan jika populasi mencapai 7 ekor per pelepah untuk Setothosea asigna atau Setora nitens, dan 10 ekor per pelepah untuk Darna trima.Pengendalian Kimiawi: Menggunakan insektisida berbahan aktif seperti deltametrin atau lambda-sihalotrin. Pada tanaman rendah dilakukan penyemprotan, sedangkan pada tanaman tinggi dilakukan fogging (pengasapan) pada malam hari.Pengendalian Biologis: Menanam tanaman bunga penarik musuh alami seperti Turnera subulata atau air mata pengantin untuk mendatangkan predator alami ulat apiSolusi: Lakukan sensus daun secara rutin untuk deteksi dini. Jika populasi masih di bawah ambang kendali, gunakan musuh alami seperti predator Sycanus spp. atau parasitoid. Apabila serangan meluas, lakukan penyemprotan insektisida selektif yang ramah lingkungan atau gunakan bakteri entomopatogen Bacillus thuringiensis (Bt).
Ulat Api
Gejala
Gejala SeranganDaun berlubang hingga habis: Ulat memakan helaian daun dan hanya menyisakan tulang atau lidi daun saja.Pohon terlihat gundul: Serangan berat membuat tajuk pohon sawit tampak kering dan rusak parah.Sensasi terbakar: Bulu atau duri ulat ini beracun dan menyebabkan rasa gatal, perih, serta kemerahan di kulit manusia.Jenis Utama Ulat ApiSetothosea asigna (memiliki daya rusak paling tinggi dan rakus).Setora nitens (dominan dan sering ditemukan di perkebunan).Darna trima (memiliki ambang batas populasi lebih tinggi dibanding jenis lain).
Hama pemakan daun ini menyerang secara berkelompok dari bagian bawah tajuk. Daun kelapa sawit habis dimakan hingga yang tersisa hanya tinggal urat atau tulang daun saja (skletonisasi), membuat kanopi kebun tampak seperti terbakar dari kejauhan.
Solusi Penanganan
Cara PengendalianPengamatan Rutin (Ambang Populasi Kritis): Pengendalian kimia dilakukan jika populasi mencapai 7 ekor per pelepah untuk Setothosea asigna atau Setora nitens, dan 10 ekor per pelepah untuk Darna trima.Pengendalian Kimiawi: Menggunakan insektisida berbahan aktif seperti deltametrin atau lambda-sihalotrin. Pada tanaman rendah dilakukan penyemprotan, sedangkan pada tanaman tinggi dilakukan fogging (pengasapan) pada malam hari.Pengendalian Biologis: Menanam tanaman bunga penarik musuh alami seperti Turnera subulata atau air mata pengantin untuk mendatangkan predator alami ulat api
Solusi: Lakukan sensus daun secara rutin untuk deteksi dini. Jika populasi masih di bawah ambang kendali, gunakan musuh alami seperti predator Sycanus spp. atau parasitoid. Apabila serangan meluas, lakukan penyemprotan insektisida selektif yang ramah lingkungan atau gunakan bakteri entomopatogen Bacillus thuringiensis (Bt).
Kumbang Tanduk
Gejala SeranganLubang Gerekan: Kumbang dewasa melubangi pangkal pelepah daun, batang, atau pucuk tanaman muda.Daun Rusak...
26 Sep 2025
Penyakit Kumbang Tanduk. Gejala: Gejala SeranganLubang Gerekan: Kumbang dewasa melubangi pangkal pelepah daun, batang, atau pucuk tanaman muda.Daun Rusak: Daun muda yang tumbuh bergerigi membentuk pola V terbalik atau potongan zig-zag seperti guntingan.Titik Tumbuh Rusak: Serangan pada titik tumbuh membuat pelepah mudah patah, busuk, menghambat pertumbuhan, dan berisiko mematikan tanaman hingga 25%.Serangan difokuskan pada titik tumbuh (pucuk) kelapa sawit muda. Saat daun muda membuka, helaian daun terlihat tergunting secara simetris membentuk huruf "V" atau seperti kipas yang rusak.. Solusi Penanganan: Cara PengendalianMekanis: Mengumpulkan dan memusnahkan kumbang atau larva secara langsung dari lapangan.Biologis: Memanfaatkan musuh alami seperti jamur pengendali hayati (Metarhizium anisopliae) atau menanam tanaman penutup tanah jenis kacangan (Legume Cover Crops / LCC).Sanitasi Lingkungan: Mencacah atau meratakan sisa batang dan tandan kosong kelapa sawit agar tidak menjadi tempat bersarang atau berkembang biak.Kimiawi: Menggunakan insektisida yang tepat atau agen pengendali pada ambang batas serangan berat.Solusi: Hancurkan tumpukan bahan organik (seperti batang sawit lapuk) yang menjadi tempat berkembang biak larva. Pasang perangkap feromon sintetis (ferotrap) dengan kepadatan 1 perangkap per hektar, dan aplikasikan cendawan entomopatogen Metarhizium anisopliae di area tumpukan batang lapuk.
Kumbang Tanduk
Gejala
Gejala SeranganLubang Gerekan: Kumbang dewasa melubangi pangkal pelepah daun, batang, atau pucuk tanaman muda.Daun Rusak: Daun muda yang tumbuh bergerigi membentuk pola V terbalik atau potongan zig-zag seperti guntingan.Titik Tumbuh Rusak: Serangan pada titik tumbuh membuat pelepah mudah patah, busuk, menghambat pertumbuhan, dan berisiko mematikan tanaman hingga 25%.Serangan difokuskan pada titik tumbuh (pucuk) kelapa sawit muda. Saat daun muda membuka, helaian daun terlihat tergunting secara simetris membentuk huruf "V" atau seperti kipas yang rusak.
Solusi Penanganan
Cara PengendalianMekanis: Mengumpulkan dan memusnahkan kumbang atau larva secara langsung dari lapangan.Biologis: Memanfaatkan musuh alami seperti jamur pengendali hayati (Metarhizium anisopliae) atau menanam tanaman penutup tanah jenis kacangan (Legume Cover Crops / LCC).Sanitasi Lingkungan: Mencacah atau meratakan sisa batang dan tandan kosong kelapa sawit agar tidak menjadi tempat bersarang atau berkembang biak.Kimiawi: Menggunakan insektisida yang tepat atau agen pengendali pada ambang batas serangan berat.
Solusi: Hancurkan tumpukan bahan organik (seperti batang sawit lapuk) yang menjadi tempat berkembang biak larva. Pasang perangkap feromon sintetis (ferotrap) dengan kepadatan 1 perangkap per hektar, dan aplikasikan cendawan entomopatogen Metarhizium anisopliae di area tumpukan batang lapuk.
Tikus
Tikus Pohon (Rattus tiomanicus): Suka tinggal di pelepah daun dan memanjat pohon.Gejala pada Buah: Kulit buah muda atau...
26 Sep 2025
Penyakit Tikus. Gejala: Tikus Pohon (Rattus tiomanicus): Suka tinggal di pelepah daun dan memanjat pohon.Gejala pada Buah: Kulit buah muda atau mentah berlubang karena dikerat.Gejala pada Tanaman Muda: Batang atau titik tumbuh bibit sawit patah dan rusak digigit.Tikus merusak bagian pangkal pelepah daun muda, bunga jantan/betina, hingga memakan buah kelapa sawit (baik buah muda maupun matang). Bekas gigitan pada buah biasanya terlihat bersih dengan lubang bergerigi khas gigitan hewan pengerat.. Solusi Penanganan: Cara Pengendalian Hama TikusMenjaga Kebersihan Kebun: Buang atau susun pelepah yang menumpuk agar tikus tidak punya tempat sembunyi.Memakai Predator Alami: Pelihara burung hantu (Tyto alba) untuk membasmi tikus pada malam hari.Memasang Perangkap atau Penghalang: Gunakan jaring bekas di sekeliling pangkal batang atau buat perangkap aroma alami.Solusi: Lakukan sanitasi kebun secara rutin dengan membersihkan tumpukan pelepah atau semak belukar yang menjadi tempat persembunyian tikus. Manfaatkan musuh alami seperti burung hantu (Tyto alba) dengan memasang rumah burung hantu (rubuha) di area perkebunan. Untuk populasi tinggi, gunakan rodentisida anti-koagulan sesuai dosis anjuran.
Tikus
Gejala
Tikus Pohon (Rattus tiomanicus): Suka tinggal di pelepah daun dan memanjat pohon.Gejala pada Buah: Kulit buah muda atau mentah berlubang karena dikerat.Gejala pada Tanaman Muda: Batang atau titik tumbuh bibit sawit patah dan rusak digigit.
Tikus merusak bagian pangkal pelepah daun muda, bunga jantan/betina, hingga memakan buah kelapa sawit (baik buah muda maupun matang). Bekas gigitan pada buah biasanya terlihat bersih dengan lubang bergerigi khas gigitan hewan pengerat.
Solusi Penanganan
Cara Pengendalian Hama TikusMenjaga Kebersihan Kebun: Buang atau susun pelepah yang menumpuk agar tikus tidak punya tempat sembunyi.Memakai Predator Alami: Pelihara burung hantu (Tyto alba) untuk membasmi tikus pada malam hari.Memasang Perangkap atau Penghalang: Gunakan jaring bekas di sekeliling pangkal batang atau buat perangkap aroma alami.
Solusi: Lakukan sanitasi kebun secara rutin dengan membersihkan tumpukan pelepah atau semak belukar yang menjadi tempat persembunyian tikus. Manfaatkan musuh alami seperti burung hantu (Tyto alba) dengan memasang rumah burung hantu (rubuha) di area perkebunan. Untuk populasi tinggi, gunakan rodentisida anti-koagulan sesuai dosis anjuran.
Busuk Daun
Penyebab Utama Serangan Hama: Bekas gigitan kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) atau ulat menjadi luka jalan masuk bagi...
26 Sep 2025
Penyakit Busuk Daun. Gejala: Penyebab Utama Serangan Hama: Bekas gigitan kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) atau ulat menjadi luka jalan masuk bagi patogen.Infeksi Patogen: Jamur atau bakteri seperti Fusarium sp. atau Phytophthora yang berkembang biak di lingkungan lembab dan tergenang.Sanitasi Buruk: Kebun yang kotor, banyak gulma, atau penumpukan air hujan di pelepah muda.Muncul bercak-bercak kecil berwarna cokelat tua dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau terang dan dikelilingi oleh lingkaran kuning (halo) pada daun. Pada serangan parah, bercak-bercak ini menyatu, menyebabkan helaian daun mengering, mati, dan gugur sebelum waktunya.. Solusi Penanganan: Cara MengatasiPembersihan Fisik: Cabut atau buang bagian jaringan daun yang busuk dan jauhkan dari tanaman sehat.Aplikasi Fungisida: Siram bagian pucuk yang telah dibersihkan menggunakan fungisida berbahan aktif tembaga oksida, metalaksil, atau mankozeb sesuai dosis anjuran.Pengendalian Hama: Pasang perangkap atau kendalikan populasi kumbang tanduk agar tanaman tidak terserang kembali.Solusi: Kurangi kelembapan dengan menata jarak antar tanaman atau polibag agar pencahayaan matahari optimal. Pangkas dan musnahkan daun yang terinfeksi berat. Secara kuratif, semprotkan fungisida protektif berbahan aktif mancozeb atau propineb secara berkala.
Busuk Daun
Gejala
Penyebab Utama Serangan Hama: Bekas gigitan kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) atau ulat menjadi luka jalan masuk bagi patogen.Infeksi Patogen: Jamur atau bakteri seperti Fusarium sp. atau Phytophthora yang berkembang biak di lingkungan lembab dan tergenang.Sanitasi Buruk: Kebun yang kotor, banyak gulma, atau penumpukan air hujan di pelepah muda.Muncul bercak-bercak kecil berwarna cokelat tua dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau terang dan dikelilingi oleh lingkaran kuning (halo) pada daun. Pada serangan parah, bercak-bercak ini menyatu, menyebabkan helaian daun mengering, mati, dan gugur sebelum waktunya.
Solusi Penanganan
Cara MengatasiPembersihan Fisik: Cabut atau buang bagian jaringan daun yang busuk dan jauhkan dari tanaman sehat.Aplikasi Fungisida: Siram bagian pucuk yang telah dibersihkan menggunakan fungisida berbahan aktif tembaga oksida, metalaksil, atau mankozeb sesuai dosis anjuran.Pengendalian Hama: Pasang perangkap atau kendalikan populasi kumbang tanduk agar tanaman tidak terserang kembali.
Solusi: Kurangi kelembapan dengan menata jarak antar tanaman atau polibag agar pencahayaan matahari optimal. Pangkas dan musnahkan daun yang terinfeksi berat. Secara kuratif, semprotkan fungisida protektif berbahan aktif mancozeb atau propineb secara berkala.
Karat Daun
Muncul bercak-bercak kecil berwarna jingga atau cokelat kemerahan di permukaan atas daun, menyerupai lapisan karat. Berc...
26 Sep 2025
Penyakit Karat Daun. Gejala: Muncul bercak-bercak kecil berwarna jingga atau cokelat kemerahan di permukaan atas daun, menyerupai lapisan karat. Bercak ini lama-kelamaan dapat meluas dan menyebabkan daun menjadi kering, gugur sebelum waktunya, dan menurunkan efisiensi tanaman.Gejala dan PenyebabGejala utama: Muncul bercak atau bintik berwarna kemerahan hingga oranye di permukaan pelepah bagian bawah atau daun tua.Penyebab: Serangan alga Cephaleuros virescens, bukan karena kekurangan unsur hara.Faktor pemicu: Kelembaban udara yang tinggi, cuaca hujan dan panas bergantian, serta kebun yang kurang bersih.. Solusi Penanganan: Dampak dan PengendalianDampak: Jika parah dan menyerang hingga daun ke-17 atau ke atas, fotosintesis terganggu dan menurunkan produktivitas buah.Pengendalian kimia: Dapat disemprot menggunakan fungisida berbahan aktif tembaga oksida jika serangan sudah parah.Pencegahan: Menjaga kebersihan kebun, melakukan sanitasi, dan pemangkasan teratur agar sirkulasi udara baik.Solusi: Pastikan intensitas sinar matahari cukup masuk ke tajuk tanaman dengan melakukan pemangkasan pelepah yang tepat. Jika serangan meluas pada bibit, aplikasikan fungisida berbahan aktif tembaga (copper oxychloride) secara merata pada permukaan daun yang terinfeksi.
Karat Daun
Gejala
Muncul bercak-bercak kecil berwarna jingga atau cokelat kemerahan di permukaan atas daun, menyerupai lapisan karat. Bercak ini lama-kelamaan dapat meluas dan menyebabkan daun menjadi kering, gugur sebelum waktunya, dan menurunkan efisiensi tanaman.
Gejala dan PenyebabGejala utama: Muncul bercak atau bintik berwarna kemerahan hingga oranye di permukaan pelepah bagian bawah atau daun tua.Penyebab: Serangan alga Cephaleuros virescens, bukan karena kekurangan unsur hara.Faktor pemicu: Kelembaban udara yang tinggi, cuaca hujan dan panas bergantian, serta kebun yang kurang bersih.
Solusi Penanganan
Dampak dan PengendalianDampak: Jika parah dan menyerang hingga daun ke-17 atau ke atas, fotosintesis terganggu dan menurunkan produktivitas buah.
Pengendalian kimia: Dapat disemprot menggunakan fungisida berbahan aktif tembaga oksida jika serangan sudah parah.Pencegahan: Menjaga kebersihan kebun, melakukan sanitasi, dan pemangkasan teratur agar sirkulasi udara baik.
Solusi: Pastikan intensitas sinar matahari cukup masuk ke tajuk tanaman dengan melakukan pemangkasan pelepah yang tepat. Jika serangan meluas pada bibit, aplikasikan fungisida berbahan aktif tembaga (copper oxychloride) secara merata pada permukaan daun yang terinfeksi.
Layu Fusarium
Tanaman menunjukkan gejala klorosis (daun menguning) yang dimulai dari pelepah tua, seringkali hanya pada satu sisi pele...
26 Sep 2025
Penyakit Layu Fusarium. Gejala: Tanaman menunjukkan gejala klorosis (daun menguning) yang dimulai dari pelepah tua, seringkali hanya pada satu sisi pelepah (gejala unilateral). Jika batang dipotong melintang, akan terlihat cincin berwarna cokelat atau gelap pada jaringan pembuluh kayu di dalam batang.Pengenalan Penyakit Penyebab: Jamur Fusarium oxysporum yang menyumbat pembuluh xilem sehingga pasokan air dan nutrisi tanaman terhambat.Status di Indonesia: Di Indonesia, patogen khusus pada sawit ini termasuk dalam Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK) Golongan A1 karena belum dilaporkan ada di Indonesia, meski beberapa kerabatnya kerap berasosiasi dengan gejala busuk pucuk atau bibit.Dampak: Menyebabkan daun menguning, mengering, pembusukan, hingga kematian pohon secara cepat (akut) atau penurunan drastis hasil buah (kronis)Gejala SeranganPerubahan Warna: Daun berubah dari hijau menjadi kuning, lalu kecoklatan dan mengering.Gejala Kronis & Akut: Tanaman tumbuh abnormal, gagal membentuk bunga/buah, dan pada bentuk akut, pohon mati dalam waktu singkat.Garis Kuning: Muncul bercak lonjong kuning dengan titik coklat di tengah pada helai daun.. Solusi Penanganan: Solusi: Tidak ada metode kuratif total; langkah utama adalah pencegahan melalui penggunaan varietas yang resisten/toleran. Segera lakukan sanitasi dengan membongkar dan membakar tanaman yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran spora ke tanaman di sekitarnya.Cara Pengendalian dan PencegahanSanitasi Lahan: Menjaga kebersihan kebun dan membersihkan gulma serta sisa tanaman terinfeksi.Benih Sehat: Memastikan bibit bebas penyakit dan berasal dari sumber bersertifikat.Aplikasi Fungisida/Hayati: Menggunakan fungisida yang tepat atau memanfaatkan agen hayati antagonis seperti Trichoderma untuk menekan populasi jamur.
Layu Fusarium
Gejala
Tanaman menunjukkan gejala klorosis (daun menguning) yang dimulai dari pelepah tua, seringkali hanya pada satu sisi pelepah (gejala unilateral). Jika batang dipotong melintang, akan terlihat cincin berwarna cokelat atau gelap pada jaringan pembuluh kayu di dalam batang.
Pengenalan Penyakit Penyebab: Jamur Fusarium oxysporum yang menyumbat pembuluh xilem sehingga pasokan air dan nutrisi tanaman terhambat.
Status di Indonesia: Di Indonesia, patogen khusus pada sawit ini termasuk dalam Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK) Golongan A1 karena belum dilaporkan ada di Indonesia, meski beberapa kerabatnya kerap berasosiasi dengan gejala busuk pucuk atau bibit.Dampak: Menyebabkan daun menguning, mengering, pembusukan, hingga kematian pohon secara cepat (akut) atau penurunan drastis hasil buah (kronis)
Gejala SeranganPerubahan Warna: Daun berubah dari hijau menjadi kuning, lalu kecoklatan dan mengering.Gejala Kronis & Akut: Tanaman tumbuh abnormal, gagal membentuk bunga/buah, dan pada bentuk akut, pohon mati dalam waktu singkat.Garis Kuning: Muncul bercak lonjong kuning dengan titik coklat di tengah pada helai daun.
Solusi Penanganan
Solusi: Tidak ada metode kuratif total; langkah utama adalah pencegahan melalui penggunaan varietas yang resisten/toleran. Segera lakukan sanitasi dengan membongkar dan membakar tanaman yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran spora ke tanaman di sekitarnya.
Cara Pengendalian dan PencegahanSanitasi Lahan: Menjaga kebersihan kebun dan membersihkan gulma serta sisa tanaman terinfeksi.Benih Sehat: Memastikan bibit bebas penyakit dan berasal dari sumber bersertifikat.Aplikasi Fungisida/Hayati: Menggunakan fungisida yang tepat atau memanfaatkan agen hayati antagonis seperti Trichoderma untuk menekan populasi jamur.
Bercak Daun
Umumnya menyerang bibit di area pembibitan (nursery). Muncul bercak kuning tembus cahaya pada daun yang perlahan membesa...
26 Sep 2025
Penyakit Bercak Daun. Gejala: Umumnya menyerang bibit di area pembibitan (nursery). Muncul bercak kuning tembus cahaya pada daun yang perlahan membesar menjadi warna cokelat tua dengan pinggiran halo kekuningan. Pada infeksi berat, daun mengering, layu, dan pertumbuhan bibit menjadi kerdil.Gejala SeranganMuncul bintik atau bercak bulat kecil berwarna kuning tembus cahaya pada daun muda atau pupus yang belum membuka.Bercak membesar dengan bagian tengah berwarna cokelat muda yang tampak melekuk atau mengendap.Dikelilingi oleh lingkaran kuning atau jingga (halo) di luar bercak.Jika parah, daun menjadi kering, mati, dan menghambat pertumbuhan bibit.. Solusi Penanganan: Solusi: Kurangi kelembapan dengan mengatur jarak antar polibag agar sirkulasi udara lancar. Pastikan penyiraman tidak berlebihan. Secara kuratif, potong bagian daun yang terinfeksi parah dan aplikasikan fungisida protektif berbahan aktif Mancozeb atau Klorotalonil dengan rotasi seminggu sekali.Cara Pencegahan (Preventif)Hindari jarak tanam polibag yang terlalu rapat agar kelembaban tidak terlalu tinggi.Lakukan penyiangan gulma secara rutin di sekitar area pembibitan.Jangan terlambat melakukan pemindahan bibit dari pembibitan awal (pre-nursery) ke pembibitan utama (main-nursery).Berikan pemupukan yang seimbang dan jaga sistem drainase agar tidak tergenang.Cara Pengendalian (Kuratif)Lakukan sanitasi dengan memotong dan memusnahkan jaringan daun yang terserang berat.Aplikasikan fungisida yang sesuai secara rutin, seperti yang memiliki bahan aktif difenokonazol, propikonazol, tembaga oksida, atau kuproksat 345 SC. Anda bisa melihat rekomendasi produk atau panduan aplikasi di Nufarm untuk rujukan pengendalian
Bercak Daun
Gejala
Umumnya menyerang bibit di area pembibitan (nursery). Muncul bercak kuning tembus cahaya pada daun yang perlahan membesar menjadi warna cokelat tua dengan pinggiran halo kekuningan. Pada infeksi berat, daun mengering, layu, dan pertumbuhan bibit menjadi kerdil.
Gejala SeranganMuncul bintik atau bercak bulat kecil berwarna kuning tembus cahaya pada daun muda atau pupus yang belum membuka.Bercak membesar dengan bagian tengah berwarna cokelat muda yang tampak melekuk atau mengendap.Dikelilingi oleh lingkaran kuning atau jingga (halo) di luar bercak.Jika parah, daun menjadi kering, mati, dan menghambat pertumbuhan bibit.
Solusi Penanganan
Solusi: Kurangi kelembapan dengan mengatur jarak antar polibag agar sirkulasi udara lancar. Pastikan penyiraman tidak berlebihan. Secara kuratif, potong bagian daun yang terinfeksi parah dan aplikasikan fungisida protektif berbahan aktif Mancozeb atau Klorotalonil dengan rotasi seminggu sekali.
Cara Pencegahan (Preventif)Hindari jarak tanam polibag yang terlalu rapat agar kelembaban tidak terlalu tinggi.Lakukan penyiangan gulma secara rutin di sekitar area pembibitan.Jangan terlambat melakukan pemindahan bibit dari pembibitan awal (pre-nursery) ke pembibitan utama (main-nursery).Berikan pemupukan yang seimbang dan jaga sistem drainase agar tidak tergenang.
Cara Pengendalian (Kuratif)Lakukan sanitasi dengan memotong dan memusnahkan jaringan daun yang terserang berat.Aplikasikan fungisida yang sesuai secara rutin, seperti yang memiliki bahan aktif difenokonazol, propikonazol, tembaga oksida, atau kuproksat 345 SC. Anda bisa melihat rekomendasi produk atau panduan aplikasi di Nufarm untuk rujukan pengendalian
Nematoda
Gejala visual sering tidak spesifik; tanaman terlihat lebih pendek/kerdil, daun menguning (seperti kekurangan hara), dan...
26 Sep 2025
Penyakit Nematoda. Gejala: Gejala visual sering tidak spesifik; tanaman terlihat lebih pendek/kerdil, daun menguning (seperti kekurangan hara), dan akar tanaman membusuk atau tampak luka-luka nekrotik (hitam). Pertumbuhan sangat lambat meskipun pemupukan telah dilakukan secara maksimal.Jenis Nematoda pada Kelapa SawitNematoda Parasit (Merugikan): Menyerang bagian akar tanaman. Contohnya genus Pratylenchus, Meloidogyne, Radopholus, dan Rhadinaphelenchus cocophilus.Nematoda Entomopatogen (Menguntungkan): Berperan sebagai pengendali hayati untuk melawan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros).Nematoda Bebas/Predator: Hidup di sekitar tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem.Gejala Serangan Nematoda ParasitAkar tanaman rusak, membusuk, atau bernamal (bengkak).Daun muda tergulung, tumbuh tegak, berubah jadi kuning, lalu mengering.Penyerapan air dan nutrisi terganggu, membuat pertumbuhan bibit atau pohon sawit kerdil.Produksi tandan buah segar (TBS) turun drastis. Solusi Penanganan: Solusi: Pastikan bibit bebas nematoda sejak di nursery dengan menggunakan media tanam yang telah disterilkan atau menggunakan agen hayati Paecilomyces lilacinus. Di lapangan, perbaiki drainase agar tanah tidak tergenang, karena nematoda berkembang pesat di tanah yang becek.Cara PengendalianPemberantasan Fisik: Membongkar dan membakar tanaman sawit yang sudah mati parah akibat infeksi berat.Pengendalian Hayati: Memanfaatkan Nematoda Entomopatogen untuk menekan populasi hama ulat atau kumbang di perkebunan.Sanitasi Lahan: Menjaga kebersihan piringan pohon dan memperbaiki drainase tanah agar tidak terlalu lembap.
Nematoda
Gejala
Gejala visual sering tidak spesifik; tanaman terlihat lebih pendek/kerdil, daun menguning (seperti kekurangan hara), dan akar tanaman membusuk atau tampak luka-luka nekrotik (hitam). Pertumbuhan sangat lambat meskipun pemupukan telah dilakukan secara maksimal.
Jenis Nematoda pada Kelapa Sawit
Nematoda Parasit (Merugikan): Menyerang bagian akar tanaman. Contohnya genus Pratylenchus, Meloidogyne, Radopholus, dan Rhadinaphelenchus cocophilus.Nematoda Entomopatogen (Menguntungkan): Berperan sebagai pengendali hayati untuk melawan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros).Nematoda Bebas/Predator: Hidup di sekitar tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Gejala Serangan Nematoda ParasitAkar tanaman rusak, membusuk, atau bernamal (bengkak).Daun muda tergulung, tumbuh tegak, berubah jadi kuning, lalu mengering.Penyerapan air dan nutrisi terganggu, membuat pertumbuhan bibit atau pohon sawit kerdil.Produksi tandan buah segar (TBS) turun drastis
Solusi Penanganan
Solusi: Pastikan bibit bebas nematoda sejak di nursery dengan menggunakan media tanam yang telah disterilkan atau menggunakan agen hayati Paecilomyces lilacinus. Di lapangan, perbaiki drainase agar tanah tidak tergenang, karena nematoda berkembang pesat di tanah yang becek.
Cara PengendalianPemberantasan Fisik: Membongkar dan membakar tanaman sawit yang sudah mati parah akibat infeksi berat.Pengendalian Hayati: Memanfaatkan Nematoda Entomopatogen untuk menekan populasi hama ulat atau kumbang di perkebunan.Sanitasi Lahan: Menjaga kebersihan piringan pohon dan memperbaiki drainase tanah agar tidak terlalu lembap.
Belalang
Serangan ditandai dengan helaian daun yang robek-robek atau habis dimakan dari bagian tepi hingga ke tulang daun. Pada s...
26 Sep 2025
Penyakit Belalang. Gejala: Serangan ditandai dengan helaian daun yang robek-robek atau habis dimakan dari bagian tepi hingga ke tulang daun. Pada serangan hebat, hanya tersisa tulang daun utama (lidi), yang menyebabkan penurunan fotosintesis secara drastis.. Solusi Penanganan: Solusi: Lakukan pengamatan rutin terutama di area perbatasan (pinggir kebun). Jika populasi tinggi, lakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin atau deltametrin pada pagi atau sore hari saat belalang sedang aktif makan. Manfaatkan musuh alami seperti burung pemangsa di sekitar perkebunan.
Belalang
Gejala
Serangan ditandai dengan helaian daun yang robek-robek atau habis dimakan dari bagian tepi hingga ke tulang daun. Pada serangan hebat, hanya tersisa tulang daun utama (lidi), yang menyebabkan penurunan fotosintesis secara drastis.
Solusi Penanganan
Solusi: Lakukan pengamatan rutin terutama di area perbatasan (pinggir kebun). Jika populasi tinggi, lakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin atau deltametrin pada pagi atau sore hari saat belalang sedang aktif makan. Manfaatkan musuh alami seperti burung pemangsa di sekitar perkebunan.
Ulat Kantong
Hama pemakan daun ini membuat daun berlubang, mengering, hingga hanya menyisakan bagian lidi saja. Serangan berat yang m...
26 Sep 2025
Penyakit Ulat Kantong. Gejala: Hama pemakan daun ini membuat daun berlubang, mengering, hingga hanya menyisakan bagian lidi saja. Serangan berat yang masif dan tidak terkendali dapat menurunkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) hingga 69% pada tahun pertama setelah serangan.. Solusi Penanganan: Lakukan sensus rutin. Untuk pencegahan, kembangkan dan lepaskan serangga predator Sycanus spp. di area blok, serta tanam beneficial plant (seperti Turnera subulata). Jika serangan bersifat kuratif dan melampaui ambang batas ekonomi, lakukan injeksi batang menggunakan insektisida sistemik sesuai dosis anjuran untuk mencegah pencemaran lingkungan.
Ulat Kantong
Gejala
Hama pemakan daun ini membuat daun berlubang, mengering, hingga hanya menyisakan bagian lidi saja. Serangan berat yang masif dan tidak terkendali dapat menurunkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) hingga 69% pada tahun pertama setelah serangan.
Solusi Penanganan
Lakukan sensus rutin. Untuk pencegahan, kembangkan dan lepaskan serangga predator Sycanus spp. di area blok, serta tanam beneficial plant (seperti Turnera subulata). Jika serangan bersifat kuratif dan melampaui ambang batas ekonomi, lakukan injeksi batang menggunakan insektisida sistemik sesuai dosis anjuran untuk mencegah pencemaran lingkungan.