Silakan cek email untuk melakukan verifikasi
akun.
Jika belum menerima email, periksa folder spam atau klik tombol di
bawah untuk mengirim ulang.
Akun Berhasil Diaktifkan
Selamat! Akun Anda telah berhasil diaktifkan.
Panduan Pemupukan
Kumpulan panduan pemupukan tanaman lengkap dengan jenis pupuk, dosis, dan waktu aplikasi terbaik.
Pemupukan Awal Bibit
Pemupukan awal dilakukan pada bibit muda untuk merangsang pertumbuhan akar dan daun. Pupuk yang digunakan biasanya berbe...
26 Sep 2025
Pemupukan Awal Bibit. Jenis pupuk: NPK. Dosis: 150 gram per bibit. Waktu aplikasi: 3 bulan sekali. Pemupukan awal dilakukan pada bibit muda untuk merangsang pertumbuhan akar dan daun. Pupuk yang digunakan biasanya berbentuk granular dan diletakkan melingkar di sekitar tanaman.
Pemupukan Awal Bibit
Jenis Pupuk: NPK
Dosis: 150 gram per bibit
Waktu Aplikasi: 3 bulan sekali
Pemupukan awal dilakukan pada bibit muda untuk merangsang pertumbuhan akar dan daun. Pupuk yang digunakan biasanya berbentuk granular dan diletakkan melingkar di sekitar tanaman.
Pemupukan Fosfat
Fungsi Utama:Pemupukan fosfat (umumnya menggunakan Rock Phosphate / RP atau SP-36) berfungsi sangat vital untuk memacu p...
26 Sep 2025
Pemupukan Fosfat. Jenis pupuk: TSP/SP-36. Dosis: 200 gram per lubang tanam. Waktu aplikasi: saat tanam. Fungsi Utama:Pemupukan fosfat (umumnya menggunakan Rock Phosphate / RP atau SP-36) berfungsi sangat vital untuk memacu pertumbuhan sistem perakaran serabut yang masif agar penyerapan air dan nutrisi berjalan optimal. Selain memperkuat akar, unsur fosfor juga sangat krusial untuk merangsang pembentukan bunga betina dan mempercepat pematangan tandan buah.Dosis & Waktu:Tanaman Belum Menghasilkan (TBM 1-3 tahun): Diberikan dosis 0,5 – 1,0 kg/pohon/tahun, diaplikasikan pada awal musim penghujan (sekitar bulan September/Oktober) untuk mempercepat ekspansi akar tanaman muda.Tanaman Menghasilkan (TM >3 tahun): Diberikan dosis 1,0 – 1,5 kg/pohon/tahun, umumnya diaplikasikan hanya satu kali dalam setahun pada awal siklus pemupukan.Aturan Waktu Khusus: Pemupukan fosfat wajib diberi jeda waktu minimal 3 hingga 4 minggu sebelum penaburan pupuk Urea (Nitrogen) untuk menghindari penguapan gas amonia yang merugikan.Cara Aplikasi:Bersihkan area piringan dari gulma terlebih dahulu agar tidak terjadi kompetisi hara. Taburkan pupuk secara merata (di-ecer) membentuk cincin melingkar di area piringan dengan jarak 1 hingga 2 meter dari pangkal batang, dan pastikan tanah dalam keadaan lembab (tidak kering kerontang dan tidak kebanjiran
Pemupukan Fosfat
Jenis Pupuk: TSP/SP-36
Dosis: 200 gram per lubang tanam
Waktu Aplikasi: saat tanam
Fungsi Utama:
Pemupukan fosfat (umumnya menggunakan Rock Phosphate / RP atau SP-36) berfungsi sangat vital untuk memacu pertumbuhan sistem perakaran serabut yang masif agar penyerapan air dan nutrisi berjalan optimal. Selain memperkuat akar, unsur fosfor juga sangat krusial untuk merangsang pembentukan bunga betina dan mempercepat pematangan tandan buah.
Dosis & Waktu:
Tanaman Belum Menghasilkan (TBM 1-3 tahun): Diberikan dosis 0,5 – 1,0 kg/pohon/tahun, diaplikasikan pada awal musim penghujan (sekitar bulan September/Oktober) untuk mempercepat ekspansi akar tanaman muda.
Tanaman Menghasilkan (TM >3 tahun): Diberikan dosis 1,0 – 1,5 kg/pohon/tahun, umumnya diaplikasikan hanya satu kali dalam setahun pada awal siklus pemupukan.
Aturan Waktu Khusus: Pemupukan fosfat wajib diberi jeda waktu minimal 3 hingga 4 minggu sebelum penaburan pupuk Urea (Nitrogen) untuk menghindari penguapan gas amonia yang merugikan.
Cara Aplikasi:
Bersihkan area piringan dari gulma terlebih dahulu agar tidak terjadi kompetisi hara. Taburkan pupuk secara merata (di-ecer) membentuk cincin melingkar di area piringan dengan jarak 1 hingga 2 meter dari pangkal batang, dan pastikan tanah dalam keadaan lembab (tidak kering kerontang dan tidak kebanjiran
Pemupukan Urea
Manajemen Pemupukan Urea (Nitrogen) pada Kelapa SawitNitrogen dipilih sebagai kelanjutan pembahasan karena unsur ini mer...
26 Sep 2025
Pemupukan Urea. Jenis pupuk: Urea. Dosis: 100 gram per pohon. Waktu aplikasi: 3 bulan sekali. Manajemen Pemupukan Urea (Nitrogen) pada Kelapa SawitNitrogen dipilih sebagai kelanjutan pembahasan karena unsur ini merupakan penggerak utama pertumbuhan vegetatif kelapa sawit dan langsung berkorelasi dengan luas daun (Leaf Area Index) yang menentukan kapasitas fotosintesis tanaman.1. Karakteristik & Fungsi UreaKarakteristik Fisik-Kimia:Urea adalah pupuk tunggal sumber nitrogen dengan kadar hara tertinggi di antara pupuk N komersial. Syarat mutu pupuk urea berbentuk butiran mensyaratkan kadar nitrogen minimal 46,0%, kadar air maksimal 0,5%, kadar biuret maksimal 1,2%, dengan ukuran granul 1,00–3,35 mm minimal 90,0%. Dibandingkan sumber N alternatif seperti ZA, urea memiliki kadar N jauh lebih tinggi sehingga kebutuhan dosis per pohon menjadi lebih sedikit untuk mencapai target serapan hara yang sama. PertanianGlobalplanetFungsi Fisiologis-Biokimia:Nitrogen berperan merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan—baik akar, batang, maupun daun—sehingga dengan pengaplikasian nitrogen yang cukup, pertumbuhan vegetatif tanaman menjadi lebih cepat. Secara lebih spesifik, urea berfungsi mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan membantu proses fotosintesis, karena N adalah komponen penyusun klorofil dan protein struktural/enzimatik yang mendasari seluruh metabolisme sel. GlobalplanetIlmubersama2. Langkah & Prinsip Aplikasi (Kaidah "5 Tepat" Spesifik Urea)a. Tepat Dosis (Pendekatan Berbasis Serapan Hara)Pendekatan modern menghitung dosis pupuk tunggal dari data serapan hara riil tanaman, bukan sekadar tabel generik. Sebagai contoh simulasi teknis: untuk memenuhi serapan Nitrogen sebesar 1,18 kg/pokok pada fase TBM 3, dosis Urea dihitung dengan mengalikan angka serapan tersebut dengan faktor koreksi 2,174, menghasilkan dosis 2,57 kg/pokok. HaisawitRekomendasi dosis per kelompok umur (tanah mineral):TBM awal (3 bulan setelah tanam): 100 g urea per pohon, dikombinasikan dengan 100 g TSP, 100 g MOP, dan 50 g kieserit. PertanianTM umur 3–8 tahun: 2 kg urea per pohon per tahun, bersama 1,50 kg SP-36, 1,50 kg MOP, dan 1,00 kg kieserit. PertanianTM umur 9–13 tahun: 2,5 kg urea per pohon, bersama 2,25 kg SP-36, 2,25 kg MOP, dan 1,5 kg kieserit. PertanianTM umur 14–20 tahun: 2,50 kg urea per pohon, bersama 2,00 kg SP-36, 2,00 kg MOP, dan 1,50 kg kieserit. PertanianCatatan: Dosis di atas adalah acuan umum tanah mineral. Aplikasi dosis hasil simulasi tetap harus mempertimbangkan kondisi spesifik lapangan, karena setiap perusahaan perkebunan biasanya memiliki standar kalibrasi mandiri yang disesuaikan dengan jenis tanah dan kondisi lingkungan setempat — inilah esensi pendekatan adaptif yang selaras dengan layanan rekomendasi berbasis LSU (Leaf Sampling Unit) dari PPKS. Haisawitb. Tepat Waktu (Aspek Paling Kritis untuk Urea)Ini adalah parameter paling sensitif pada urea dibanding pupuk lain, karena sifatnya yang mudah terhidrolisis menjadi gas amonia. Aplikasi pupuk saat musim hujan dengan curah hujan lebih dari 300 mm/bulan harus dihindari, dan pupuk Urea tidak dianjurkan ditaburkan pada bulan kering dengan curah hujan kurang dari 60 mm/bulan, guna menghindari kehilangan berlebihan akibat penguapan amonia. Perlu diperhatikan pula jeda aplikasi antar jenis pupuk: pada TBM dan TM umur 1–5 tahun, pemberian Kapur Pertanian/Dolomit harus berselang ±2 bulan dari aplikasi Urea untuk mencegah interaksi kimia yang mempercepat volatilisasi (reaksi basa kapur dapat memicu pelepasan amonia lebih cepat). Puputwawan's BlogPuputwawan's Blogc. Tepat CaraDitabur merata di piringan (weeding circle), idealnya dibenamkan tipis ke dalam tanah segera setelah aplikasi untuk mengurangi kontak langsung dengan sinar matahari dan udara terbuka — dua faktor pemicu utama volatilisasi.d. Tepat Jenis & TempatPada kondisi lahan bersuhu tinggi dan curah hujan tidak menentu, pertimbangkan substitusi sebagian ke pupuk N slow-release (misalnya jenis coating khusus) untuk menekan kehilangan hara di lahan berisiko tinggi.3. Dampak Terhadap Kualitas/Kuantitas PanenPertumbuhan Vegetatif & Fotosintesis: Penggunaan urea bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan dan membantu proses fotosintesis serta meningkatkan produktivitas tanaman, yang pada akhirnya menentukan kapasitas produksi biomassa dan tandan. IlmubersamaGejala Defisiensi dan Dampaknya pada Panen: Kekurangan nitrogen menyebabkan daun berwarna hijau pucat dan kekuningan (bahkan menggulung hingga mati), tulang daun dan pelepah berubah kuning cerah, munculnya gulma di sekitar tanaman, serta tanaman menjadi kerdil — kondisi yang secara langsung menekan kapasitas fotosintesis dan hasil TBS. Mutu InternationalEfek Domino pada Hara Lain: Ketika nitrogen berkurang akibat volatilisasi, penyerapan unsur hara lain baik makro maupun mikro juga tidak bisa optimal, menunjukkan bahwa kegagalan mengelola N berdampak sistemik terhadap seluruh program pemupukan. Pkt-group4. Kendala dan Tantangan di LapanganVolatilisasi Amonia — Tantangan Utama: Proses volatilisasi terjadi ketika nitrogen padat/terlarut dalam pupuk berubah menjadi gas amonia (NH₃) yang lepas ke atmosfer, paling sering terjadi pada pupuk berbasis urea yang diaplikasikan di permukaan tanah, dipicu kondisi tropis bersuhu tinggi dan paparan sinar matahari langsung. Secara kimiawi, nitrogen terurai menjadi amonium (NH₄⁺) yang kemudian berubah menjadi gas amonia dan menguap. Pkt-groupPkt-groupKetergantungan Tinggi pada Cuaca: Jendela aplikasi ideal (curah hujan 60–300 mm/bulan) relatif sempit, sehingga di wilayah dengan pola hujan ekstrem (kemarau panjang atau hujan sangat lebat), petugas lapangan sering menghadapi dilema penundaan yang berisiko menggeser seluruh kalender pemupukan tahunan.Biaya Pemupukan yang Signifikan: Biaya pemupukan tanaman kelapa sawit berkisar 40–60% dari biaya pemeliharaan tanaman secara keseluruhan, atau 15–20% dari biaya produksi total, sehingga kehilangan N akibat volatilisasi berarti kerugian ekonomi langsung yang cukup besar. Puputwawan's BlogSolusi Teknologi yang Belum Merata: Solusi seperti pupuk slow-release yang memperlambat pelepasan nitrogen dan menjaga stabilitasnya di tanah memang dapat menekan risiko kehilangan N ke udara, namun adopsinya di tingkat petani swadaya masih terbatas karena harga yang lebih tinggi dibanding urea konvensional. Pkt-groupInteraksi Antar-Pupuk yang Sering Diabaikan: Kelalaian menjaga jeda aplikasi Urea dengan Kapur/Dolomit (idealnya ±2 bulan) masih sering terjadi di lapangan akibat keterbatasan tenaga kerja dan tekanan jadwal, padahal hal ini secara langsung memperbesar kehilangan N.
Pemupukan Urea
Jenis Pupuk: Urea
Dosis: 100 gram per pohon
Waktu Aplikasi: 3 bulan sekali
Manajemen Pemupukan Urea (Nitrogen) pada Kelapa Sawit
Nitrogen dipilih sebagai kelanjutan pembahasan karena unsur ini merupakan penggerak utama pertumbuhan vegetatif kelapa sawit dan langsung berkorelasi dengan luas daun (Leaf Area Index) yang menentukan kapasitas fotosintesis tanaman.
1. Karakteristik & Fungsi Urea
Karakteristik Fisik-Kimia:
Urea adalah pupuk tunggal sumber nitrogen dengan kadar hara tertinggi di antara pupuk N komersial. Syarat mutu pupuk urea berbentuk butiran mensyaratkan kadar nitrogen minimal 46,0%, kadar air maksimal 0,5%, kadar biuret maksimal 1,2%, dengan ukuran granul 1,00–3,35 mm minimal 90,0%. Dibandingkan sumber N alternatif seperti ZA, urea memiliki kadar N jauh lebih tinggi sehingga kebutuhan dosis per pohon menjadi lebih sedikit untuk mencapai target serapan hara yang sama.
Pertanian
Globalplanet
Fungsi Fisiologis-Biokimia:
Nitrogen berperan merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan—baik akar, batang, maupun daun—sehingga dengan pengaplikasian nitrogen yang cukup, pertumbuhan vegetatif tanaman menjadi lebih cepat. Secara lebih spesifik, urea berfungsi mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan membantu proses fotosintesis, karena N adalah komponen penyusun klorofil dan protein struktural/enzimatik yang mendasari seluruh metabolisme sel.
Pendekatan modern menghitung dosis pupuk tunggal dari data serapan hara riil tanaman, bukan sekadar tabel generik. Sebagai contoh simulasi teknis: untuk memenuhi serapan Nitrogen sebesar 1,18 kg/pokok pada fase TBM 3, dosis Urea dihitung dengan mengalikan angka serapan tersebut dengan faktor koreksi 2,174, menghasilkan dosis 2,57 kg/pokok.
Haisawit
Rekomendasi dosis per kelompok umur (tanah mineral):
TBM awal (3 bulan setelah tanam): 100 g urea per pohon, dikombinasikan dengan 100 g TSP, 100 g MOP, dan 50 g kieserit.
Pertanian
TM umur 3–8 tahun: 2 kg urea per pohon per tahun, bersama 1,50 kg SP-36, 1,50 kg MOP, dan 1,00 kg kieserit.
Pertanian
TM umur 9–13 tahun: 2,5 kg urea per pohon, bersama 2,25 kg SP-36, 2,25 kg MOP, dan 1,5 kg kieserit.
Pertanian
TM umur 14–20 tahun: 2,50 kg urea per pohon, bersama 2,00 kg SP-36, 2,00 kg MOP, dan 1,50 kg kieserit.
Pertanian
Catatan: Dosis di atas adalah acuan umum tanah mineral. Aplikasi dosis hasil simulasi tetap harus mempertimbangkan kondisi spesifik lapangan, karena setiap perusahaan perkebunan biasanya memiliki standar kalibrasi mandiri yang disesuaikan dengan jenis tanah dan kondisi lingkungan setempat — inilah esensi pendekatan adaptif yang selaras dengan layanan rekomendasi berbasis LSU (Leaf Sampling Unit) dari PPKS.
Haisawit
b. Tepat Waktu (Aspek Paling Kritis untuk Urea)
Ini adalah parameter paling sensitif pada urea dibanding pupuk lain, karena sifatnya yang mudah terhidrolisis menjadi gas amonia. Aplikasi pupuk saat musim hujan dengan curah hujan lebih dari 300 mm/bulan harus dihindari, dan pupuk Urea tidak dianjurkan ditaburkan pada bulan kering dengan curah hujan kurang dari 60 mm/bulan, guna menghindari kehilangan berlebihan akibat penguapan amonia. Perlu diperhatikan pula jeda aplikasi antar jenis pupuk: pada TBM dan TM umur 1–5 tahun, pemberian Kapur Pertanian/Dolomit harus berselang ±2 bulan dari aplikasi Urea untuk mencegah interaksi kimia yang mempercepat volatilisasi (reaksi basa kapur dapat memicu pelepasan amonia lebih cepat).
Puputwawan's Blog
Puputwawan's Blog
c. Tepat Cara
Ditabur merata di piringan (weeding circle), idealnya dibenamkan tipis ke dalam tanah segera setelah aplikasi untuk mengurangi kontak langsung dengan sinar matahari dan udara terbuka — dua faktor pemicu utama volatilisasi.
d. Tepat Jenis & Tempat
Pada kondisi lahan bersuhu tinggi dan curah hujan tidak menentu, pertimbangkan substitusi sebagian ke pupuk N slow-release (misalnya jenis coating khusus) untuk menekan kehilangan hara di lahan berisiko tinggi.
3. Dampak Terhadap Kualitas/Kuantitas Panen
Pertumbuhan Vegetatif & Fotosintesis: Penggunaan urea bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan dan membantu proses fotosintesis serta meningkatkan produktivitas tanaman, yang pada akhirnya menentukan kapasitas produksi biomassa dan tandan.
Ilmubersama
Gejala Defisiensi dan Dampaknya pada Panen: Kekurangan nitrogen menyebabkan daun berwarna hijau pucat dan kekuningan (bahkan menggulung hingga mati), tulang daun dan pelepah berubah kuning cerah, munculnya gulma di sekitar tanaman, serta tanaman menjadi kerdil — kondisi yang secara langsung menekan kapasitas fotosintesis dan hasil TBS.
Mutu International
Efek Domino pada Hara Lain: Ketika nitrogen berkurang akibat volatilisasi, penyerapan unsur hara lain baik makro maupun mikro juga tidak bisa optimal, menunjukkan bahwa kegagalan mengelola N berdampak sistemik terhadap seluruh program pemupukan.
Pkt-group
4. Kendala dan Tantangan di Lapangan
Volatilisasi Amonia — Tantangan Utama: Proses volatilisasi terjadi ketika nitrogen padat/terlarut dalam pupuk berubah menjadi gas amonia (NH₃) yang lepas ke atmosfer, paling sering terjadi pada pupuk berbasis urea yang diaplikasikan di permukaan tanah, dipicu kondisi tropis bersuhu tinggi dan paparan sinar matahari langsung. Secara kimiawi, nitrogen terurai menjadi amonium (NH₄⁺) yang kemudian berubah menjadi gas amonia dan menguap.
Pkt-group
Pkt-group
Ketergantungan Tinggi pada Cuaca: Jendela aplikasi ideal (curah hujan 60–300 mm/bulan) relatif sempit, sehingga di wilayah dengan pola hujan ekstrem (kemarau panjang atau hujan sangat lebat), petugas lapangan sering menghadapi dilema penundaan yang berisiko menggeser seluruh kalender pemupukan tahunan.
Biaya Pemupukan yang Signifikan: Biaya pemupukan tanaman kelapa sawit berkisar 40–60% dari biaya pemeliharaan tanaman secara keseluruhan, atau 15–20% dari biaya produksi total, sehingga kehilangan N akibat volatilisasi berarti kerugian ekonomi langsung yang cukup besar.
Puputwawan's Blog
Solusi Teknologi yang Belum Merata: Solusi seperti pupuk slow-release yang memperlambat pelepasan nitrogen dan menjaga stabilitasnya di tanah memang dapat menekan risiko kehilangan N ke udara, namun adopsinya di tingkat petani swadaya masih terbatas karena harga yang lebih tinggi dibanding urea konvensional.
Pkt-group
Interaksi Antar-Pupuk yang Sering Diabaikan: Kelalaian menjaga jeda aplikasi Urea dengan Kapur/Dolomit (idealnya ±2 bulan) masih sering terjadi di lapangan akibat keterbatasan tenaga kerja dan tekanan jadwal, padahal hal ini secara langsung memperbesar kehilangan N.
Pemupukan Kalium
Fungsi Utama:
Kalium (K) sangat vital untuk meningkatkan ukuran serta bobot Tandan Buah Segar (TBS), mengatur keseimban...
26 Sep 2025
Pemupukan Kalium. Jenis pupuk: KCl. Dosis: 2,5 kg per pohon/pertahun. Waktu aplikasi: 2 kali setahun. Fungsi Utama:
Kalium (K) sangat vital untuk meningkatkan ukuran serta bobot Tandan Buah Segar (TBS), mengatur keseimbangan osmotik dan air tanaman, serta menaikkan rendemen minyak. Defisiensi kalium dapat memicu gejala bercak oranye pada daun dan menyebabkan tingginya persentase tandan buah kosong (parthenocarpy).Dosis & Waktu:Tanaman Belum Menghasilkan (TBM): Pupuk MOP/KCl diberikan sekitar 1,0 – 2,0 kg/pohon/tahun, dibagi ke dalam 2 hingga 3 kali aplikasi setahun untuk mendukung ekspansi tajuk.Tanaman Menghasilkan (TM): Diberikan dosis 2,5 – 3,5 kg/pohon/tahun (disesuaikan dengan umur dan hasil analisis daun/LSU), diaplikasikan pada awal dan akhir musim hujan agar penyerapan hara optimal.Cara Aplikasi:
Bersihkan area piringan dari gulma terlebih dahulu, lalu taburkan pupuk MOP/KCl secara merata membentuk cincin melingkar di sekeliling pohon pada jarak 1 hingga 2 meter dari pangkal batang. Hindari menumpuk pupuk terlalu dekat dengan batang utama untuk mencegah risiko plasmolisis pada akar permukaan
Pemupukan Kalium
Jenis Pupuk: KCl
Dosis: 2,5 kg per pohon/pertahun
Waktu Aplikasi: 2 kali setahun
Fungsi Utama:
Kalium (K) sangat vital untuk meningkatkan ukuran serta bobot Tandan Buah Segar (TBS), mengatur keseimbangan osmotik dan air tanaman, serta menaikkan rendemen minyak. Defisiensi kalium dapat memicu gejala bercak oranye pada daun dan menyebabkan tingginya persentase tandan buah kosong (parthenocarpy).
Dosis & Waktu:
Tanaman Belum Menghasilkan (TBM): Pupuk MOP/KCl diberikan sekitar 1,0 – 2,0 kg/pohon/tahun, dibagi ke dalam 2 hingga 3 kali aplikasi setahun untuk mendukung ekspansi tajuk.
Tanaman Menghasilkan (TM): Diberikan dosis 2,5 – 3,5 kg/pohon/tahun (disesuaikan dengan umur dan hasil analisis daun/LSU), diaplikasikan pada awal dan akhir musim hujan agar penyerapan hara optimal.
Cara Aplikasi:
Bersihkan area piringan dari gulma terlebih dahulu, lalu taburkan pupuk MOP/KCl secara merata membentuk cincin melingkar di sekeliling pohon pada jarak 1 hingga 2 meter dari pangkal batang. Hindari menumpuk pupuk terlalu dekat dengan batang utama untuk mencegah risiko plasmolisis pada akar permukaan
Pemupukan Magnesium
Magnesium (Mg) adalah unsur hara penting bagi kelapa sawit karena merupakan bagian penting dari klorofil, sehingga berhu...
26 Sep 2025
Pemupukan Magnesium. Jenis pupuk: Kieserite. Dosis: 300 gram per pohon. Waktu aplikasi: 2 kali setahun. Magnesium (Mg) adalah unsur hara penting bagi kelapa sawit karena merupakan bagian penting dari klorofil, sehingga berhubungan langsung dengan proses fotosintesis. Kekurangan Mg dapat menyebabkan daun, terutama daun tua, menjadi kuning di antara tulang daun, sementara tulang daunnya tetap lebih hijau.Dalam praktik perkebunan, sumber Mg yang umum digunakan adalah kieserite dan dolomit. Penelitian dan rekomendasi pemupukan kelapa sawit juga mencantumkan kedua pupuk tersebut sebagai sumber Mg.1. Jenis pupuk MagnesiumKieserite merupakan pupuk yang mengandung Mg dan sulfur (S). Kieserite cocok digunakan ketika tanaman membutuhkan Mg sekaligus S.Dolomit mengandung Mg dan Ca. Selain memasok Mg, dolomit juga dapat membantu memperbaiki kemasaman tanah.Untuk tanaman menghasilkan, acuan PPKS mencantumkan dolomit sekitar 2,25–2,75 kg/pohon/tahun, tergantung umur tanaman. Misalnya, umur 3–4 tahun sekitar 2,25 kg/pohon/tahun, umur 5–8 tahun 2,50 kg, dan umur 9–15 tahun 2,75 kg.2. Bagaimana jika tanaman kekurangan MgGejala yang mudah dikenali petani adalah:daun tua mulai menguning;warna kuning terlihat di antara tulang daun;tulang daun masih terlihat lebih hijau;apabila kekurangan berlangsung lama, daun dapat mengering dan pertumbuhan tanaman terganggu.3. Dosis untuk tanamanUntuk tanaman menghasilkan (TM), acuan PPKS memberikan dolomit sekitar 2,25–2,75 kg/pohon/tahun, sesuai kelompok umur. Dosis tersebut dapat dibagi menjadi dua kali aplikasi agar pemberian hara lebih merata. Pedoman PPKS tahun 2025 juga membagi aplikasi dolomit berdasarkan semester.Untuk TBM atau bibit, dosis Mg jauh lebih kecil. Sebagai contoh, penelitian Jurnal Agronomi Indonesia mendapatkan rekomendasi sekitar 58 g MgSO₄ per tanaman selama 8 bulan pada bibit sawit di pembibitan utama, dengan pemberian bertahap setiap bulan.Cara pemberian di lapangan4.pengaplikasianBersihkan gulma di sekitar tanaman.Timbang pupuk sesuai dosis.Taburkan pupuk merata di sekitar daerah perakaran.Jangan menumpuk pupuk tepat di pangkal batang.Sebaiknya diberikan ketika tanah lembap, bukan saat tanah sangat kering atau tergenang.Untuk dosis tahunan yang cukup besar, bagi menjadi beberapa kali aplikasi.
Pemupukan Magnesium
Jenis Pupuk: Kieserite
Dosis: 300 gram per pohon
Waktu Aplikasi: 2 kali setahun
Magnesium (Mg) adalah unsur hara penting bagi kelapa sawit karena merupakan bagian penting dari klorofil, sehingga berhubungan langsung dengan proses fotosintesis. Kekurangan Mg dapat menyebabkan daun, terutama daun tua, menjadi kuning di antara tulang daun, sementara tulang daunnya tetap lebih hijau.
Dalam praktik perkebunan, sumber Mg yang umum digunakan adalah kieserite dan dolomit. Penelitian dan rekomendasi pemupukan kelapa sawit juga mencantumkan kedua pupuk tersebut sebagai sumber Mg.
1. Jenis pupuk Magnesium
Kieserite merupakan pupuk yang mengandung Mg dan sulfur (S). Kieserite cocok digunakan ketika tanaman membutuhkan Mg sekaligus S.
Dolomit mengandung Mg dan Ca. Selain memasok Mg, dolomit juga dapat membantu memperbaiki kemasaman tanah.Untuk tanaman menghasilkan, acuan PPKS mencantumkan dolomit sekitar 2,25–2,75 kg/pohon/tahun, tergantung umur tanaman. Misalnya, umur 3–4 tahun sekitar 2,25 kg/pohon/tahun, umur 5–8 tahun 2,50 kg, dan umur 9–15 tahun 2,75 kg.
2. Bagaimana jika tanaman kekurangan Mg
Gejala yang mudah dikenali petani adalah:
daun tua mulai menguning;
warna kuning terlihat di antara tulang daun;
tulang daun masih terlihat lebih hijau;
apabila kekurangan berlangsung lama, daun dapat mengering dan pertumbuhan tanaman terganggu.
3. Dosis untuk tanaman
Untuk tanaman menghasilkan (TM), acuan PPKS memberikan dolomit sekitar 2,25–2,75 kg/pohon/tahun, sesuai kelompok umur. Dosis tersebut dapat dibagi menjadi dua kali aplikasi agar pemberian hara lebih merata. Pedoman PPKS tahun 2025 juga membagi aplikasi dolomit berdasarkan semester.
Untuk TBM atau bibit, dosis Mg jauh lebih kecil. Sebagai contoh, penelitian Jurnal Agronomi Indonesia mendapatkan rekomendasi sekitar 58 g MgSO₄ per tanaman selama 8 bulan pada bibit sawit di pembibitan utama, dengan pemberian bertahap setiap bulan.
Cara pemberian di lapangan
4.pengaplikasian
Bersihkan gulma di sekitar tanaman.
Timbang pupuk sesuai dosis.
Taburkan pupuk merata di sekitar daerah perakaran.
Jangan menumpuk pupuk tepat di pangkal batang.
Sebaiknya diberikan ketika tanah lembap, bukan saat tanah sangat kering atau tergenang.
Untuk dosis tahunan yang cukup besar, bagi menjadi beberapa kali aplikasi.
Pemupukan Boron
Boron penting untuk pembentukan bunga dan buah. Tanaman yang kekurangan boron akan mengalami kegagalan bunga menjadi bua...
26 Sep 2025
Pemupukan Boron. Jenis pupuk: Boron. Dosis: 50 gram per pohon. Waktu aplikasi: 1 kali setahun. Boron penting untuk pembentukan bunga dan buah. Tanaman yang kekurangan boron akan mengalami kegagalan bunga menjadi buah.
Pemupukan Boron
Jenis Pupuk: Boron
Dosis: 50 gram per pohon
Waktu Aplikasi: 1 kali setahun
Boron penting untuk pembentukan bunga dan buah. Tanaman yang kekurangan boron akan mengalami kegagalan bunga menjadi buah.
Pemupukan Dolomit
Fungsi Utama:
Pupuk Dolomit berfungsi utama untuk menyuplai unsur Magnesium (Mg) yang penting bagi pembentukan klorofil...
26 Sep 2025
Pemupukan Dolomit. Jenis pupuk: Dolomit. Dosis: 1 kg per pohon. Waktu aplikasi: 1 kali setahun. Fungsi Utama:
Pupuk Dolomit berfungsi utama untuk menyuplai unsur Magnesium (Mg) yang penting bagi pembentukan klorofil (zat hijau daun) sekaligus menaikkan pH tanah yang masam. Pemupukan ini sangat krusial untuk mencegah klorosis (gejala daun tua berubah menjadi kuning atau oranye) yang dapat menghambat proses fotosintesis pengisian buah.Dosis & Waktu:Tanaman Belum Menghasilkan (TBM): Diberikan dosis sebesar 0,5 – 1,0 kg/pohon/tahun untuk mendukung penghijauan tajuk muda.Tanaman Menghasilkan (TM): Diberikan dosis sebesar 1,5 – 2,0 kg/pohon/tahun (bisa lebih jika tanah gambut/sangat masam), diaplikasikan pada awal masuknya musim penghujan.Aturan Waktu Khusus: Dolomit wajib ditabur pada urutan pertama dalam rotasi pemupukan tahunan, dan harus diberi jeda waktu minimal 3 hingga 4 minggu sebelum menaburkan pupuk Urea agar nitrogen tidak menguap menjadi gas amonia akibat reaksi kimia.Cara Aplikasi:
Pastikan piringan pohon sudah bebas dari gulma (telah disanitasi). Taburkan pupuk Dolomit secara merata (di-ecer) membentuk cincin melingkar di area piringan pada jarak 1 hingga 2 meter dari pangkal batang pohon, dan pastikan tidak menumpuk di satu tempat
Pemupukan Dolomit
Jenis Pupuk: Dolomit
Dosis: 1 kg per pohon
Waktu Aplikasi: 1 kali setahun
Fungsi Utama:
Pupuk Dolomit berfungsi utama untuk menyuplai unsur Magnesium (Mg) yang penting bagi pembentukan klorofil (zat hijau daun) sekaligus menaikkan pH tanah yang masam. Pemupukan ini sangat krusial untuk mencegah klorosis (gejala daun tua berubah menjadi kuning atau oranye) yang dapat menghambat proses fotosintesis pengisian buah.
Dosis & Waktu:
Tanaman Belum Menghasilkan (TBM): Diberikan dosis sebesar 0,5 – 1,0 kg/pohon/tahun untuk mendukung penghijauan tajuk muda.
Tanaman Menghasilkan (TM): Diberikan dosis sebesar 1,5 – 2,0 kg/pohon/tahun (bisa lebih jika tanah gambut/sangat masam), diaplikasikan pada awal masuknya musim penghujan.
Aturan Waktu Khusus: Dolomit wajib ditabur pada urutan pertama dalam rotasi pemupukan tahunan, dan harus diberi jeda waktu minimal 3 hingga 4 minggu sebelum menaburkan pupuk Urea agar nitrogen tidak menguap menjadi gas amonia akibat reaksi kimia.
Cara Aplikasi:
Pastikan piringan pohon sudah bebas dari gulma (telah disanitasi). Taburkan pupuk Dolomit secara merata (di-ecer) membentuk cincin melingkar di area piringan pada jarak 1 hingga 2 meter dari pangkal batang pohon, dan pastikan tidak menumpuk di satu tempat
Pemupukan Organik
Fungsi Utama:Pupuk organik padat (khususnya TKKS) berfungsi sangat krusial untuk meningkatkan kandungan bahan organik (C...
26 Sep 2025
Pemupukan Organik. Jenis pupuk: Kompos/Pupuk kandang. Dosis: 250 kg per pohon/tahun. Waktu aplikasi: saat kemarau dan tiap tahun. Fungsi Utama:Pupuk organik padat (khususnya TKKS) berfungsi sangat krusial untuk meningkatkan kandungan bahan organik (C-organik) tanah, memperbaiki struktur fisik lahan agar lebih kuat menyimpan air, dan secara bertahap melepaskan unsur hara makro (terutama Kalium) untuk mensubstitusi pupuk kimia. Selain itu, TKKS berperan sebagai mulsa alami yang menekan pertumbuhan gulma dan memacu aktivitas mikroba tanah yang menguntungkan.Dosis & Waktu:Dosis Aplikasi (Tanaman Menghasilkan): Dosis standar yang direkomendasikan adalah 30 – 40 ton/hektar/tahun, yang setara dengan sekitar 250 – 300 kg/pohon/tahun.Waktu Aplikasi: Dapat diaplikasikan sepanjang tahun, namun sangat ideal jika ditebarkan menjelang masuknya musim kemarau agar fungsinya sebagai mulsa penahan kelembapan tanah dapat bekerja maksimal.Cara Aplikasi:Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) ditebarkan selapis (satu lapis saja) pada area gawangan mati (jalur antar-pohon yang tidak dilewati pemanen) atau di sekitar pinggiran piringan pohon. TKKS dilarang keras ditumpuk secara menggunung atau berlapis tebal karena tumpukan tersebut akan menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros)
Pemupukan Organik
Jenis Pupuk: Kompos/Pupuk kandang
Dosis: 250 kg per pohon/tahun
Waktu Aplikasi: saat kemarau dan tiap tahun
Fungsi Utama:
Pupuk organik padat (khususnya TKKS) berfungsi sangat krusial untuk meningkatkan kandungan bahan organik (C-organik) tanah, memperbaiki struktur fisik lahan agar lebih kuat menyimpan air, dan secara bertahap melepaskan unsur hara makro (terutama Kalium) untuk mensubstitusi pupuk kimia. Selain itu, TKKS berperan sebagai mulsa alami yang menekan pertumbuhan gulma dan memacu aktivitas mikroba tanah yang menguntungkan.
Dosis & Waktu:
Dosis Aplikasi (Tanaman Menghasilkan): Dosis standar yang direkomendasikan adalah 30 – 40 ton/hektar/tahun, yang setara dengan sekitar 250 – 300 kg/pohon/tahun.
Waktu Aplikasi: Dapat diaplikasikan sepanjang tahun, namun sangat ideal jika ditebarkan menjelang masuknya musim kemarau agar fungsinya sebagai mulsa penahan kelembapan tanah dapat bekerja maksimal.
Cara Aplikasi:
Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) ditebarkan selapis (satu lapis saja) pada area gawangan mati (jalur antar-pohon yang tidak dilewati pemanen) atau di sekitar pinggiran piringan pohon. TKKS dilarang keras ditumpuk secara menggunung atau berlapis tebal karena tumpukan tersebut akan menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros)
Pemupukan Cair
Fungsi Utama:
Pemupukan cair dalam skala perkebunan sawit umumnya memanfaatkan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS)...
26 Sep 2025
Pemupukan Cair. Jenis pupuk: Pupuk cair NPK. Dosis: 500 – 750 m³/hektar/tahun. Waktu aplikasi: setiap 3 bulan. Fungsi Utama:
Pemupukan cair dalam skala perkebunan sawit umumnya memanfaatkan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) atau Palm Oil Mill Effluent (POME) yang sangat kaya akan Kalium (K), Nitrogen (N), dan bahan organik. Fungsinya secara krusial adalah untuk mensubstitusi kebutuhan pupuk anorganik (terutama MOP/KCl), memperbaiki struktur biologi tanah, dan menjaga kelembapan area perakaran secara berkelanjutan.Dosis & Waktu:Dosis Tanaman Menghasilkan (Umur >5 tahun): Dosis standar yang diizinkan untuk aplikasi lahan adalah 500 – 750 m³/hektar/tahun (diaplikasikan pada rorak/parit di antara barisan pohon).Jadwal/Waktu: Diaplikasikan secara kontinyu sepanjang tahun mengikuti aktivitas pabrik, dengan rotasi pengisian limbah ke blok yang sama setiap 3 hingga 4 bulan sekali.Kondisi Musim: Aplikasi harus dikurangi atau dihentikan sementara pada puncak musim hujan ekstrem untuk mencegah cairan meluap (over-flow) dari rorak dan mencemari badan air.Cara Aplikasi:
Pupuk cair (limbah) disalurkan melalui jaringan pipa PVC menuju sistem rorak (parit dangkal bersistem flatbed) yang sengaja digali pada area gawangan mati (jalur antar-pohon yang dipenuhi pelepah kering). Cairan dibiarkan meresap secara perlahan ke dalam profil tanah; limbah dilarang keras disiramkan langsung mengenai pangkal batang atau piringan pohon karena dapat menyebabkan penyakit busuk akar dan pangkal batang
Pemupukan Cair
Jenis Pupuk: Pupuk cair NPK
Dosis: 500 – 750 m³/hektar/tahun
Waktu Aplikasi: setiap 3 bulan
Fungsi Utama:
Pemupukan cair dalam skala perkebunan sawit umumnya memanfaatkan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) atau Palm Oil Mill Effluent (POME) yang sangat kaya akan Kalium (K), Nitrogen (N), dan bahan organik. Fungsinya secara krusial adalah untuk mensubstitusi kebutuhan pupuk anorganik (terutama MOP/KCl), memperbaiki struktur biologi tanah, dan menjaga kelembapan area perakaran secara berkelanjutan.
Dosis & Waktu:
Dosis Tanaman Menghasilkan (Umur >5 tahun): Dosis standar yang diizinkan untuk aplikasi lahan adalah 500 – 750 m³/hektar/tahun (diaplikasikan pada rorak/parit di antara barisan pohon).
Jadwal/Waktu: Diaplikasikan secara kontinyu sepanjang tahun mengikuti aktivitas pabrik, dengan rotasi pengisian limbah ke blok yang sama setiap 3 hingga 4 bulan sekali.
Kondisi Musim: Aplikasi harus dikurangi atau dihentikan sementara pada puncak musim hujan ekstrem untuk mencegah cairan meluap (over-flow) dari rorak dan mencemari badan air.
Cara Aplikasi:
Pupuk cair (limbah) disalurkan melalui jaringan pipa PVC menuju sistem rorak (parit dangkal bersistem flatbed) yang sengaja digali pada area gawangan mati (jalur antar-pohon yang dipenuhi pelepah kering). Cairan dibiarkan meresap secara perlahan ke dalam profil tanah; limbah dilarang keras disiramkan langsung mengenai pangkal batang atau piringan pohon karena dapat menyebabkan penyakit busuk akar dan pangkal batang
Pemupukan Pemulihan
Fungsi Utama:Pemupukan pemulihan (korektif) bertujuan untuk mengatasi gejala defisiensi hara akut, seperti daun mengunin...
26 Sep 2025
Pemupukan Pemulihan. Jenis pupuk: Campuran NPK + organik. Dosis: 500 gram per pohon. Waktu aplikasi: sesuai kebutuhan. Fungsi Utama:Pemupukan pemulihan (korektif) bertujuan untuk mengatasi gejala defisiensi hara akut, seperti daun menguning, pelepah mengering, atau tajuk rata akibat stres lingkungan (banjir/kemarau) dan malnutrisi parah. Tindakan ini berupa pemberian "dosis ekstra" di luar jadwal rutin untuk segera menormalkan proses fotosintesis sebelum produktivitas tanaman anjlok secara permanen.Dosis & Waktu:Kieserit (Sumber Mg): Diberikan 1,5 – 2,0 kg/pohon sebagai langkah penyelamatan pertama untuk menyembuhkan kasus daun tua berwarna oranye (Orange Frond), diaplikasikan segera pada awal musim hujan.Urea atau ZA (Sumber N): Diberikan dosis ekstra sebesar 0,5 – 1,0 kg/pohon (tambahan dari dosis tahunan) untuk memulihkan daun yang pucat kekuningan secara menyeluruh, diaplikasikan sekitar 3-4 minggu setelah aplikasi Kieserit.CuSO4 / ZnSO4 (Pupuk Mikro): Diberikan dosis 50 – 100 gram/pohon untuk memulihkan tanaman dari pertumbuhan abnormal (daun mengerut/keriting atau ujung pelepah mati), diaplikasikan pada saat kondisi tanah lembab.Cara Aplikasi:Pastikan piringan pohon disanitasi total dari gulma agar pupuk pemulihan tidak terbagi kompetisinya. Taburkan pupuk makro (Urea/Kieserit) secara merata di piringan (1-2 meter dari batang utama), sedangkan untuk pupuk mikro (Cu/Zn) wajib dibenamkan ke dalam 3-4 lubang dangkal (sistem pocket) di tepi piringan agar tidak mudah tercuci.
Pemupukan Pemulihan
Jenis Pupuk: Campuran NPK + organik
Dosis: 500 gram per pohon
Waktu Aplikasi: sesuai kebutuhan
Fungsi Utama:
Pemupukan pemulihan (korektif) bertujuan untuk mengatasi gejala defisiensi hara akut, seperti daun menguning, pelepah mengering, atau tajuk rata akibat stres lingkungan (banjir/kemarau) dan malnutrisi parah. Tindakan ini berupa pemberian "dosis ekstra" di luar jadwal rutin untuk segera menormalkan proses fotosintesis sebelum produktivitas tanaman anjlok secara permanen.
Dosis & Waktu:
Kieserit (Sumber Mg): Diberikan 1,5 – 2,0 kg/pohon sebagai langkah penyelamatan pertama untuk menyembuhkan kasus daun tua berwarna oranye (Orange Frond), diaplikasikan segera pada awal musim hujan.
Urea atau ZA (Sumber N): Diberikan dosis ekstra sebesar 0,5 – 1,0 kg/pohon (tambahan dari dosis tahunan) untuk memulihkan daun yang pucat kekuningan secara menyeluruh, diaplikasikan sekitar 3-4 minggu setelah aplikasi Kieserit.
CuSO4 / ZnSO4 (Pupuk Mikro): Diberikan dosis 50 – 100 gram/pohon untuk memulihkan tanaman dari pertumbuhan abnormal (daun mengerut/keriting atau ujung pelepah mati), diaplikasikan pada saat kondisi tanah lembab.
Cara Aplikasi:
Pastikan piringan pohon disanitasi total dari gulma agar pupuk pemulihan tidak terbagi kompetisinya. Taburkan pupuk makro (Urea/Kieserit) secara merata di piringan (1-2 meter dari batang utama), sedangkan untuk pupuk mikro (Cu/Zn) wajib dibenamkan ke dalam 3-4 lubang dangkal (sistem pocket) di tepi piringan agar tidak mudah tercuci.
Pemupukan Produksi
Pemupukan produksi (untuk tanaman umur >3 tahun) bertujuan untuk menggantikan unsur hara yang hilang terbawa saat pan...
26 Sep 2025
Pemupukan Produksi. Jenis pupuk: NPK + KCl. Dosis: 1 kg per pohon. Waktu aplikasi: 1 kali setahun. Pemupukan produksi (untuk tanaman umur >3 tahun) bertujuan untuk menggantikan unsur hara yang hilang terbawa saat panen Tandan Buah Segar (TBS) dan memastikan pembentukan bunga betina serta bobot buah tetap maksimal dan berkelanjutan. Kalium (K) dan Fosfor (P) menjadi sangat krusial pada fase ini untuk meningkatkan rendemen minyak dan ukuran tandan.Dosis & Waktu (Tanaman Menghasilkan Umur 9-15 Tahun):(Catatan: Dosis standar ini umumnya dibagi menjadi 2 kali aplikasi per tahun pada awal dan akhir musim hujan).Urea (Sumber Nitrogen): Dosis 2,5 - 3,0 kg/pohon/tahun. Diaplikasikan pada bulan ketika curah hujan mulai stabil (misal: Maret/April dan September/Oktober) untuk pertumbuhan pelepah penyangga buah.MOP/KCl (Sumber Kalium): Dosis 2,5 - 3,5 kg/pohon/tahun. Diaplikasikan setelah pemupukan N atau P, sangat penting untuk memperbesar ukuran buah dan mencegah tandan kosong.Rock Phosphate (Sumber Fosfor): Dosis 1,0 - 1,5 kg/pohon/tahun. Umumnya diaplikasikan satu kali di awal tahun untuk merangsang perakaran dan pembentukan bunga.Kieserit/Dolomit (Sumber Magnesium): Dosis 1,0 - 2,0 kg/pohon/tahun. Diaplikasikan untuk mencegah daun kuning yang dapat menghambat fotosintesis pengisi buah.HGF Borate (Sumber Boron): Dosis 0,05 - 0,1 kg/pohon/tahun. Diberikan satu kali setahun (biasanya ditabur di ketiak pelepah) untuk mencegah bentuk daun tidak normal ("daun pancing") dan ujung buah pecah.Cara Aplikasi:Pupuk N, P, K, dan Mg ditaburkan secara merata dalam bentuk melingkar pada piringan pohon, dengan jarak penaburan sekitar 1 hingga 2,5 meter dari pangkal batang utama.Pastikan ada jeda waktu minimal 2-3 minggu antar aplikasi jenis pupuk yang berbeda (misalnya antara Urea dan RP) agar tidak terjadi reaksi kimia antagonis yang saling mengikat unsur hara.
Pemupukan Produksi
Jenis Pupuk: NPK + KCl
Dosis: 1 kg per pohon
Waktu Aplikasi: 1 kali setahun
Pemupukan produksi (untuk tanaman umur >3 tahun) bertujuan untuk menggantikan unsur hara yang hilang terbawa saat panen Tandan Buah Segar (TBS) dan memastikan pembentukan bunga betina serta bobot buah tetap maksimal dan berkelanjutan. Kalium (K) dan Fosfor (P) menjadi sangat krusial pada fase ini untuk meningkatkan rendemen minyak dan ukuran tandan.
Dosis & Waktu (Tanaman Menghasilkan Umur 9-15 Tahun):
(Catatan: Dosis standar ini umumnya dibagi menjadi 2 kali aplikasi per tahun pada awal dan akhir musim hujan).
Urea (Sumber Nitrogen): Dosis 2,5 - 3,0 kg/pohon/tahun. Diaplikasikan pada bulan ketika curah hujan mulai stabil (misal: Maret/April dan September/Oktober) untuk pertumbuhan pelepah penyangga buah.
MOP/KCl (Sumber Kalium): Dosis 2,5 - 3,5 kg/pohon/tahun. Diaplikasikan setelah pemupukan N atau P, sangat penting untuk memperbesar ukuran buah dan mencegah tandan kosong.
Rock Phosphate (Sumber Fosfor): Dosis 1,0 - 1,5 kg/pohon/tahun. Umumnya diaplikasikan satu kali di awal tahun untuk merangsang perakaran dan pembentukan bunga.
Kieserit/Dolomit (Sumber Magnesium): Dosis 1,0 - 2,0 kg/pohon/tahun. Diaplikasikan untuk mencegah daun kuning yang dapat menghambat fotosintesis pengisi buah.
HGF Borate (Sumber Boron): Dosis 0,05 - 0,1 kg/pohon/tahun. Diberikan satu kali setahun (biasanya ditabur di ketiak pelepah) untuk mencegah bentuk daun tidak normal ("daun pancing") dan ujung buah pecah.
Cara Aplikasi:
Pupuk N, P, K, dan Mg ditaburkan secara merata dalam bentuk melingkar pada piringan pohon, dengan jarak penaburan sekitar 1 hingga 2,5 meter dari pangkal batang utama.
Pastikan ada jeda waktu minimal 2-3 minggu antar aplikasi jenis pupuk yang berbeda (misalnya antara Urea dan RP) agar tidak terjadi reaksi kimia antagonis yang saling mengikat unsur hara.
Pemupukan Rehabilitasi
Fungsi Utama:Pemupukan rehabilitasi bertujuan untuk memulihkan kondisi kelapa sawit yang mengalami stagnasi pertumbuhan,...
26 Sep 2025
Pemupukan Rehabilitasi. Jenis pupuk: Kompos + NPK. Dosis: 1,2-2,0 kg per pohon. Waktu aplikasi: setiap tahun. Fungsi Utama:Pemupukan rehabilitasi bertujuan untuk memulihkan kondisi kelapa sawit yang mengalami stagnasi pertumbuhan, defisiensi hara berat (seperti daun menguning/kering), atau penurunan tajam produksi buah akibat salah urus (misal: kebun telantar atau lama tidak dipupuk). Fokus utamanya adalah memperbaiki struktur akar dan memacu pembentukan pelepah hijau baru secara cepat.Dosis & Waktu:(Catatan: Dosis ini adalah standar umum PPKS untuk kebun terbengkalai dengan umur tanaman >8 tahun. Dosis dapat bervariasi bergantung tingkat keparahan).Aplikasi Bulan 1 (Awal Musim Hujan): Dolomit/Kieserit (Mg) sebanyak 1,5 - 2,0 kg/pohon untuk menetralkan pH tanah dan memperbaiki struktur hara.Aplikasi Bulan 2: Rock Phosphate (RP) sebanyak 1,5 kg/pohon untuk merangsang kembali pertumbuhan akar serabut yang rusak.Aplikasi Bulan 3: Urea (N) sebanyak 1,5 - 2,0 kg/pohon (dibagi dua kali aplikasi jika curah hujan tinggi) untuk memacu penghijauan tajuk dan pembentukan pelepah baru.Aplikasi Bulan 5: MOP/KCl (K) sebanyak 2,0 - 2,5 kg/pohon untuk memperkuat ketahanan tanaman dan mempersiapkan pembentukan buah.Cara Aplikasi:Bersihkan piringan pangkal pohon dari gulma lebat dan semak belukar (sanitasi wajib) sebelum menebar pupuk.Taburkan pupuk secara merata (di-encerkan/di-ecer) membentuk cincin melingkar di area piringan (berjarak 1 hingga 2 meter dari pangkal batang), jangan sampai menumpuk di satu titik.
Pemupukan Rehabilitasi
Jenis Pupuk: Kompos + NPK
Dosis: 1,2-2,0 kg per pohon
Waktu Aplikasi: setiap tahun
Fungsi Utama:
Pemupukan rehabilitasi bertujuan untuk memulihkan kondisi kelapa sawit yang mengalami stagnasi pertumbuhan, defisiensi hara berat (seperti daun menguning/kering), atau penurunan tajam produksi buah akibat salah urus (misal: kebun telantar atau lama tidak dipupuk). Fokus utamanya adalah memperbaiki struktur akar dan memacu pembentukan pelepah hijau baru secara cepat.
Dosis & Waktu:
(Catatan: Dosis ini adalah standar umum PPKS untuk kebun terbengkalai dengan umur tanaman >8 tahun. Dosis dapat bervariasi bergantung tingkat keparahan).
Aplikasi Bulan 1 (Awal Musim Hujan): Dolomit/Kieserit (Mg) sebanyak 1,5 - 2,0 kg/pohon untuk menetralkan pH tanah dan memperbaiki struktur hara.
Aplikasi Bulan 2: Rock Phosphate (RP) sebanyak 1,5 kg/pohon untuk merangsang kembali pertumbuhan akar serabut yang rusak.
Aplikasi Bulan 3: Urea (N) sebanyak 1,5 - 2,0 kg/pohon (dibagi dua kali aplikasi jika curah hujan tinggi) untuk memacu penghijauan tajuk dan pembentukan pelepah baru.
Aplikasi Bulan 5: MOP/KCl (K) sebanyak 2,0 - 2,5 kg/pohon untuk memperkuat ketahanan tanaman dan mempersiapkan pembentukan buah.
Cara Aplikasi:
Bersihkan piringan pangkal pohon dari gulma lebat dan semak belukar (sanitasi wajib) sebelum menebar pupuk.
Taburkan pupuk secara merata (di-encerkan/di-ecer) membentuk cincin melingkar di area piringan (berjarak 1 hingga 2 meter dari pangkal batang), jangan sampai menumpuk di satu titik.
Pemupukan dengan Mulsa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)
TKKS adalah limbah pabrik kelapa sawit yang jumlahnya sangat melimpah — setiap pengolahan 1 ton TBS menghasilkan sekitar...
26 Sep 2025
Pemupukan dengan Mulsa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Jenis pupuk: Mulsa organik. Dosis: tebarkan 5-10 kg per pohon. Waktu aplikasi: setiap 6 bulan. TKKS adalah limbah pabrik kelapa sawit yang jumlahnya sangat melimpah — setiap pengolahan 1 ton TBS menghasilkan sekitar 230 kg tandan kosong. Tandan kosong merupakan limbah padat terbanyak, yaitu sekitar 20% dari berat buah segar. Dulu limbah ini dibakar, namun saat ini tankos diaplikasikan langsung ke kebun sebagai mulsa karena kaya akan bahan organik dan nutrisi bagi tanaman. Blogger + 2Secara kandungan hara, TKKS termasuk pupuk organik yang mengandung kalium (K) dalam jumlah cukup tinggi, serta mengandung nitrogen (N) dan fosfor (P). Selain sebagai sumber hara, manfaat utamanya bersifat pembenah tanah: penggunaan TKKS sebagai mulsa membantu memperbaiki kondisi fisik tanah, dan penambahan bahan organik pada tanah berpasir meningkatkan pori berukuran menengah serta menurunkan pori makro, sehingga meningkatkan kemampuan tanah menahan air. Tata Cara Aplikasi di Lapangan
1. Teknik Aplikasi
Berdasarkan penelitian lapangan, ada tiga teknik yang umum digunakan:
Sebagai mulsa, dihamparkan merata di atas tanah membentuk huruf L di sekitar piringan pokok.
Sebagai focal feeder, yaitu dibuat lubang menggunakan excavator dengan kedalaman 0,4 m, lebar 0,5 m, dan panjang 4 m, lalu tankos dimasukkan ke dalamnya. I
Kombinasi mulsa dan focal feeder sekaligus. 2. Metode Pelaksanaan
Aplikasi tankos dapat dilakukan dengan 2 cara: manual dan mekanis menggunakan Empty Bunch Spreader (EBS). Alat yang digunakan untuk metode manual meliputi gancu dan angkong, sementara metode mekanis menggunakan EBS.
3. Penempatan
Umumnya TKKS dihamparkan di gawangan mati (barisan antar pokok, bukan piringan tempat pemupukan anorganik), sehingga tidak bersinggungan langsung dengan zona akar aktif namun tetap dalam jangkauan dekomposisi yang menguntungkan tanaman.
4. Proses Pelepasan Hara
Proses dekomposisi mulsa organik TKKS meningkat seiring peningkatan dosisnya, dan sumber utama N yang dilepas ke tanah berasal dari amonium (NH4+) atau nitrat (NO3-) yang dihasilkan ketika protein dan asam amino dalam bahan organik terurai. Ini berarti pelepasan hara dari mulsa bersifat bertahap (slow-release alami), berbeda dengan pupuk anorganik yang tersedia lebih cepat
Pemupukan dengan Mulsa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)
Jenis Pupuk: Mulsa organik
Dosis: tebarkan 5-10 kg per pohon
Waktu Aplikasi: setiap 6 bulan
TKKS adalah limbah pabrik kelapa sawit yang jumlahnya sangat melimpah — setiap pengolahan 1 ton TBS menghasilkan sekitar 230 kg tandan kosong. Tandan kosong merupakan limbah padat terbanyak, yaitu sekitar 20% dari berat buah segar. Dulu limbah ini dibakar, namun saat ini tankos diaplikasikan langsung ke kebun sebagai mulsa karena kaya akan bahan organik dan nutrisi bagi tanaman.
Blogger + 2
Secara kandungan hara, TKKS termasuk pupuk organik yang mengandung kalium (K) dalam jumlah cukup tinggi, serta mengandung nitrogen (N) dan fosfor (P). Selain sebagai sumber hara, manfaat utamanya bersifat pembenah tanah: penggunaan TKKS sebagai mulsa membantu memperbaiki kondisi fisik tanah, dan penambahan bahan organik pada tanah berpasir meningkatkan pori berukuran menengah serta menurunkan pori makro, sehingga meningkatkan kemampuan tanah menahan air.
Tata Cara Aplikasi di Lapangan
1. Teknik Aplikasi
Berdasarkan penelitian lapangan, ada tiga teknik yang umum digunakan:
Sebagai mulsa, dihamparkan merata di atas tanah membentuk huruf L di sekitar piringan pokok.
Sebagai focal feeder, yaitu dibuat lubang menggunakan excavator dengan kedalaman 0,4 m, lebar 0,5 m, dan panjang 4 m, lalu tankos dimasukkan ke dalamnya. I
Aplikasi tankos dapat dilakukan dengan 2 cara: manual dan mekanis menggunakan Empty Bunch Spreader (EBS). Alat yang digunakan untuk metode manual meliputi gancu dan angkong, sementara metode mekanis menggunakan EBS.
3. Penempatan
Umumnya TKKS dihamparkan di gawangan mati (barisan antar pokok, bukan piringan tempat pemupukan anorganik), sehingga tidak bersinggungan langsung dengan zona akar aktif namun tetap dalam jangkauan dekomposisi yang menguntungkan tanaman.
4. Proses Pelepasan Hara
Proses dekomposisi mulsa organik TKKS meningkat seiring peningkatan dosisnya, dan sumber utama N yang dilepas ke tanah berasal dari amonium (NH4+) atau nitrat (NO3-) yang dihasilkan ketika protein dan asam amino dalam bahan organik terurai. Ini berarti pelepasan hara dari mulsa bersifat bertahap (slow-release alami), berbeda dengan pupuk anorganik yang tersedia lebih cepat
Pemupukan Adaptif
Pemupukan dilakukan berdasarkan hasil analisis tanah dan daun. Pendekatan ini lebih efisien dan ramah lingkungan.
26 Sep 2025
Pemupukan Adaptif. Jenis pupuk: NPK sesuai rekomendasi. Dosis: 15 kg/ha. Waktu aplikasi: sesuai hasil analisis. Pemupukan dilakukan berdasarkan hasil analisis tanah dan daun. Pendekatan ini lebih efisien dan ramah lingkungan.
Pemupukan Adaptif
Jenis Pupuk: NPK sesuai rekomendasi
Dosis: 15 kg/ha
Waktu Aplikasi: sesuai hasil analisis
Pemupukan dilakukan berdasarkan hasil analisis tanah dan daun. Pendekatan ini lebih efisien dan ramah lingkungan.